Jadi Benteng Pancasila, Pemuda Pancasila Target 3 Juta KTA Pada 2023

0
pp-gembleng-kades
GEMBLENG PARA KADER: Sekretaris MPW PP Jawa Tengah Paryono menggembleng para kades saat acara Konsolidasi PAC PP Kecamatan Gondangrejo, Minggu (24/11). (suaramerdekasolo.com/Basuni H)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Pemuda Pancasila mentargetkan selama empat tahun mendatang hingga 2023, jumlah anggota yang memiliki kartu tanda anggota (KTA), sebanyak 3 juta yang tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Untuk mewujudkannya, perlu konsolidasi organisasi, pemantapan mulai dari Majelis Pengurus Cabang (MPC), pengurus anak cabang (PAC) hingga ranting dan anak ranting serta organisasi sayap seperti Srikandi dan Satma.

Hal ini diungkapkan Sekretaris MPW PP Jawa Tengah Paryono, saat acara Konsolidasi PAC PP Kecamatan Gondangrejo, Minggu (24/11) malam.

Acara dihadiri pula Ketua MPC PP Karanganyar Disa Ageng Alifven, pengurus MPC Karanganyar, PAC Gondangrejo dan anggota serta kader dari 13 desa di Gondangrejo.

“Dalam waktu dekat ini, kami harapkan semuanya sudah sesuai dengan target,” kata Paryono.

Dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah, masih ada empat daerah yang butuh konsolidasi lebih lanjut. Diantaranya Kabupaten Sragen, Klaten dan Wonogiri.

Untuk Karanganyar sendiri sudah terbentuk di semua 17 kecamatan dan pada 2020 mendatang diharapkan semua pengurus di tingkat ranting sudah terbentuk secara de facto dan de jure.

“Target untuk Kabupaten Karanganyar sebanyak 20 ribu pada 2020 dan sampai akhir 2023 minimal 70 ribu KTA,” tandas Paryono yang juga anggota DPR RI ini.

Benteng Pancasila

Paryono menegaskan, PP bukanlah organisasi partai politik tetapi organisasi kemasyaratan yang menjadi benteng Pancasila dan menjaga ideologi bangsa dan negara. Selama ini PP menyuarakan dan mengkampanyekan Pancasila sampai tingkat basis terbawah dan keluarga.

“Kalau di tingkat keluarga sudah menyuarakan Pancasila, amanlah negara ini. Pancasila, NKRI dan kebhinekaan tetap terjaga,” tegasnya lagi.

Hanya saja untuk menyuarakan dan mengkampayekan Pancasila itu dibutuhkan keiklhlasan dan kerelaan. Untuk empat daerah seperti Sragen, Klaten dan Wonogiri, konsolidasi sudah berjalan tetapi masih perlu digenjot lagi agar sesuai harapan. Ini juga untuk menjadi cambuk bagi MPW. Paryono mengungkapkan, program KTA ini selain untuk konsolidasi juga untuk mengetahui secara pasti jumlah anggota yang dimiliki PP.

“Kalau KTA, maka semuanya terukur, apalagi PP ini organisasi profesional sehingga semua ada ukurannya. Jadi kami bisa tahu, punya kader, anggota dan pengurus berapa,” katanya.

Apalagi banyak tokoh penting nasional yang juga menjadi kader dan anggota PP. Seperti Ketua MPR Bambang Soesatyo yang juga Wakil Ketua Umum PP, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mataliti, yang juga Ketua MPW PP Jawa Timur, Menteri PAN dan RB Tjahyo Kumolo.

“Bahkan Presiden Joko Widodo juga anggota kehormatan PP,” tandas Paryono. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan