Paling Rawan, Tol Solo-Ngawi 30 Kali Kecelakaan, 13 Tewas

0
pos-pantau-tol
POS PANTAU – Kapolres AKBP Catur Gatot Efendy dan Dirut PT SNJ Aribowo menggunting pita meresmikan bangunan pos pantau di interchange Kebakkramat. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Ruas tol Solo – Ngawi sepanjang 90 kilometer menjadi ruas tol Solo-Surabaya paling rawan. Sepanjang 2019 terjadi 30 kali kecelakaan lalu lintas dengan korban sebanyak 13 meninggal. Karena itu patroli di ruas tol itu harus diperketat.

‘’Karena itu di sepanjang tol itu, di setiap interchange didirikan pos pantau yang nantinya akan diisi petugas gabungan dari Polantas, DLLAJR, Satpol PP dan dari unsur pengelola jalan tol PT Solo Ngawi Jaya, untuk memperketat pantauan,’’ kata Aribowo, Dirut PT SNJ saat penyerahan pos pantau di ruas Karanganyar kepada Kapolres AKBP Catur Gatot Efendy, di interchange Kebakkramat, Senin.

Dikatakannya, ada empat pos pantau di interchange Ngasem, Klodran, Kebakkramat dan Wonorejo yang dibuka mulai 11 Nopember lalu. Adanya pos pantau itu, termasuk adanya pemantauan kecepatan di sepanjang tol, CCTV, dan lainnya, diharapkan akan bisa dimanfaatkan untuk memantau jalan tol.

Kalau ada over load jalan tol, kalau ada over speed, over dimention, laka, dan lainnya akan dengan cepat diketahui petugas di pos pantau dan dicarikan jalan keluarnya. Dengan begitu, diharapkan laka yang terjadi bisa dikurangi. Dan terutama tentu kepedulian pengguna jalan untuk berhati-hati karena mereka dipantau.

Kebanyakan laka terjadi karena pengemudi mengantuk. Juha sering terjadi tabrak belakang, ini indikasi kelalaian pengemudi saat melaju. Juga ada karena ban meletus, dan sebagainya. Ini memang perlu saling pengertian antara pengguna jalan dengan petugas.

Kapolres AKBP Catur Gatot Efendy menambahkan, jalan tol tidak semuanya lurus dan jalannya mulus. Ini yang sering melenakan pengemudi. Karena itu mereka harus disadarkan. Saat di resto, polisi akan menggunakan kesempatan untuk penyuluhan dan mengingatkan pengemudi.

Lokasi Rawan Laka

Kepada pengelola jalan tol harus diperbanyak rambu untuk mengingatkan pengemudi akan jalan keriting, nernelok, dan sebagainya agar hati-hati. Termasuk lampu di blank spot harus ditambah sehingga pengemudi tidak sembarangan. Juga tambahan lampu yang menyala kuning kedip-kedip jika kondisi jalan memang memerlukan perhatian.

‘’Memang perhatian kita masih agak kurang pada sikap kehati-hatian, terutama saat di jalan tol, sehingga kita melaju seenaknya dan malah mengantuk yang bisa memancing terjadinya kecelakaan meski di jalan tol. Kondisi sepi sangat menunjang.’’

Aribowo berjanji akan menambah lampu di blank spot dan juga lampu kedip untuk lokasi rawan laka di jalan menanjak dan menikung. Biasanya memang kondisi jalan tol yang mulus sering menjadikan pengemudi mengantuk.

Pada saat hari raya dan juga natal serta tahun baru nanti, pengawasan ekstra memang harus dilakukan. Karena itu pos pantau ini sangat berguna untuk dimanfaatkan bersama. Pada peringatan natal dan tahun baru diprediksi tanggal 21 dan 27 Desember akan menjadi puncak arus mudik dan balik di tol.

‘’Kalau biasanya ada 15.000 mobil sehari melintas di ruas jalan tol ini, maka pad saat natal dan tahun baru diperkirakan naik menjadi sekitar 30.000 sampai 40.000 buah. Sedangkan saat lebaran memang bisa sampai 80.000-100.000 unit mobil melintas. Ini harus menjadi objek pengawasan ekstra dan juga patroli bagi petugas agar kondisi rawan bisa dijetahui.

Kapolres memberikan tips, jika kondisi tubuh sudah capek dan mengantuk, seyogyanya pengemudi tidak memaksakan diri untuk meneruskan perjalanan. Harus berhenti dan beristirahat sejenak. Selain itu, Kapolres menyarankan ada pom bensin bergerak ketika ada kemacetan di jalan tol sebab pom bensin yang ada sangat jauh.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan