Siswa Diberi Pengetahuan Pertolongan Pertama Saat Terjadi Bencana

0
smkn-jenawi1
PEMBINAAN TERITORIAL : Siswa SMKN Jenawi mengikuti simulasi penanggulangan bencana tanah longsor di Dusun Jambon, Desa Menjing, Kecamatan Jenawi, Selasa (26/11). Kegiatan itu merupakan bagian dari Pembinaan Teritorial Terpadu Tahun 2019 Kodim 0727/Karanganyar. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

*Kegiatan Pembinaan Teritorial Terpadu

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Teriakan minta pertolongan, terdengar bersahut-sahutan dari sudut Dusun Jambon, Desa Menjing, Kecamatan Jenawi, yang mengalami tanah longsor.
Suara itu berasal dari warga, yang tak sempat melarikan diri saat bencana terjadi, hingga tertimpa material rumah yang roboh maupun sebab lain, hingga mengalami luka-luka.

Merespons teriakan itu, puluhan orang segera mendatangi sumber suara dan langsung mengevakuasi korban luka-luka. Yang luka ringan dipapah, yang luka berat dibawa dengan tandu. Korban meninggal juga dievakuasi dengan kantung jenazah.

Baca : Dandim Solo Rawat kebersamaan Lewat Subuh Berjamaah

Suasana itu terekam dalam simulasi penanggulangan bencana tanah longsor, yang diikuti 350-an siswa SMKN Jenawi, Selasa (26/11). Dibawah pengawasan personel BPBD Karanganyar, siswa dilatih untuk melakukan pertolongan pertama pada korban bencana alam.

Kegiatan itu merupakan bagian dari Pembinaan Teritorial Terpadu Tahun 2019 Kodim 0727/Karanganyar, yang digelar di tiga lokasi. Selain simulasi penanggulangan bencana di Jenawi, kegiatan lainnya digelar di wilayah Kecamatan Karangpandan. Yakni bersih sungai di Desa Salam dan Karangpandan, serta komunikasi sosial di Desa Karang.

Apel pembukaan digelar di lapangan Desa Karang, dipimpin Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama.

Baca : Makmurkan Bumi, SDIT Insan Cendekia Gerakan Penananam Seribu Pohon

Kepala SMKN Jenawi Sri Eka Lelana mengatakan, simulasi dilakukan untuk memberi bekal pengetahuan pada siswa yang hidup di wilayah rawan bencana.

“Jenawi ini rawan tanah longsor. Masuk kawasan zona merah bencana. Di Dusun Jambon, beberapa tahun lalu pernah terjadi bencana longsor, yang membuat sebagian penduduknya direlokasi. Itu kenapa dilakukan simulasi ini, agar siswa memiliki pengetahuan tentang tindakan pertama yang harus dilakukan, jika terjadi bencana,” katanya.

smkn-jenawi2

Ada 300 siswa kelas X yang dilibatkan di kegiatan tersebut, plus 50-an siswa kelas XI anggota Palang Merah Remaja (PMR).

Terpisah, Komandan Kodim 0727/Karanganyar Letkol Inf Andi Amin Latama mengatakan, pembinaan teritorial tidak terfokus pada kegiatan fisik seperti TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD).

Baca : Menaker Resmikan Gedung BLK Komunitas di Ponpes Daarul Quran

“Tapi lebih pada pembinaan masyarakat, yang berdampak positif pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti bersih sungai, mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan. Ada komunikasi sosial, untuk memberi pemahaman pada masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu negatif, berita bohong, atau ajakan pada tindakan yang mengarah ke radikalisme,” tuturnya.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menilai, kegiatan pembinaan teritorial efektif untuk menggerakkan potensi masyarakat, dalam upaya memperkuat kesadaran bela bangsa dan bela negara, serta kemantapan dalam ketahanan kedaulatan negara. (Irfan Salafudin) 

Baca : Korban Malpraktik juga Gugat Dokter RH ke Pengadilan

Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan