Porang Diekspor ke Jepang dan Tiongkok Harganya Mencapai Rp 65.000/Kg

umbi-porang-wonogiri
UMBI PORANG : Sejumlah petani memperlihatkan contoh tanaman porang kepada warga di Alun-alun Kabupaten Wonogiri, (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Sejumlah petani di Kabupaten Wonogiri kini membudidayakan tanaman porang. Umbi tanaman tersebut menjadi bahan baku pembuatan tepung untuk diekspor ke Jepang dan Tiongkok.

Sugino, petani dari Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri mengungkapkan, tanaman porang mulai naik daun beberapa tahun belakangan ini. Pasalnya, harga jual umbi porang terbilang tinggi.
“Harga porang panen basah sekitar Rp 10.000-13.000 per kilogram. Kalau sudah dirajang dan dikeringkan menjadi chip porang, harganya bisa sampai Rp 55.000-65.000 per kilogram,” ujarnya.
 
 
Umbi porang tersebut kemudian dijual ke pabrik pembuatan tepung porang di daerah Jawa Timur. “Tepung porang diekspor ke Jepang. Kabarnya, harga tepung porang bisa mencapai Rp 200.000-300.000 per kilogram,” katanya.

Tepung yang hanya mengandung glukomanan porang konon bahkan dihargai hingga Rp 1,2 juta per kilogram. Di Jepang, tepung porang diolah menjadi ramen atau mi tradisional negara tersebut. Sayangnya, petani Indonesia belum bisa membuat tepung porang. “Petani baru sampai tahap membuat chip porang,” imbuhnya.
 
 
Permintaan Tinggi 

Selain dalam bentuk tepung, beberapa pedagang mengekspornya dalam bentuk chip porang dan dikirim ke Tiongkok. “Permintaannya sangat tinggi. Permintaan dari pabrik saja bisa sampai 1.000 ton per bulan. Jadi masih sangat kekurangan,” terangnya.

Habitat asli porang berada di hutan atau tegalan di bawah tegakan pepohonan. Namun, sejumlah petani kini mulai membudidayakannya secara intensif di lahan terbuka.

Tanaman porang bisa dipanen ketika berumur 1-2 tahun atau ketika ukuran umbinya telah lebih dari delapan ons per butir. Tanaman porang yang telah berumur 3-4 tahun akan berbunga, sedangkan umbinya bisa seberat 2-3 kilogram per butir.
 
Baca : 112.000 Stiker Rumah Miskin Siap Dipasang, Penempelan Tanggal 10 Desember

“Porang berbeda dengan suwek. Porang mempunyai katak (buah yang tumbuh di antara batang tanamannya), tapi kalau suwek tidak. Umbi porang berwarna kuning, sedangkan suwek agak putih,” katanya.

Katak porang juga bernilai tinggi. Harganya mencapai Rp 170.000 per kilogram. Hal itu karena katak tidak banyak diproduksi dan bisa dijadikan bibit tanaman porang. (Khalid Yogi)
 
 
Editor : Budi Sarmun 
 
 

23 KOMENTAR

  1. Di Sulsel kami ada 1 kecamatan pengumpul porang yg masih liar. Tahun lalu (2019) di kecamtan ini porang liar tersebut yg diambil petani di hutan berjumlah sekitar 15.000 ton. Tahun ini 2020 karena sdh ada yg budidaya kecamatan ini diperkirakan akan menghasilkan porang basah sekitar 25.000 ton. Jika ada yg berminat mengkover hasil panen tahun ini saya siap menghubungkan dgn koordinator petaninya. Nomor kontak saya hp/wa 081355835914

  2. Sy dr malino sulawesi selatan bekerjasama dgn petani porang disana bisa supplai porang fresh atau yg sdh dikeringkan dan kerjasama dengan departemen kehutanan sulsel, kl ada yg butuh porang dalam jumlah besar bs contact wa sy 0896-89685176

  3. Saya dari Jatim masa panen di tempat saya hampir tiba..
    Yg mau beli ..Monggo… kering dan basah perkilonya berapa???
    Atau bisa hubungi saya wa : 085732957265
    Sapa tau harga cocok
    Disini ada banyak porang hampir siap panen

Tinggalkan Pesan