Tangkal Radikalisme Tanggungjawab Bersama

agustina-wilujeng2
HAFAL TEKS PANCASILA: Anggota DPR MPR Agustina Wilujeng Pramestuti menguji para penyandang disabilitas teks Pancasila, saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, di Gedung Kartini Sragen, Selasa (26/11). (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

 

*Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Agustina Wilujeng Pramestuti

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau para penyandang disabilitas berharap mendapat perhatian yang lebih baik dari pemerintah. Bahkan mereka juga berharap dukungan itu termasuk dana dari APBD, yang dimaksudkan untuk pengembangan diri dan ketrampilan mereka. Pasalnya, selama ini dengan segala kekurangan dan keterbatasan, mereka terus berkarya dengan berbagai profesi masing-masing.

Hal ini dikemukakan Budiyono, salah satu penyandang disabilitas saat acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilakukan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Agustina Wilujeng Pramestuti di Gedung Kartini, pada Selasa (27/11). Sosialisasi bertema Kontribusi Penyandang Disabilitas Dalam Pembangunan Bangsa itu juga dihadiri Ketua DPRD Sragen Suparno beserta para anggota DPRD Sragen dari Fraksi PDI Perjuangan.

Baca : Radikalisme di Kampus Tahap Darurat

Baca : Prihatin Bendera HTI SMK 2 Sragen, MUI Minta Waspadai Faham Radikalisme Lewat Sekolah

Budi yang Ketua Paguyuban Motor Roda Tiga (Pamorta) Sukowati ini, para penyandang disabilitas di Sragen memiliki berbagai profesi. Ada yang penjahit, tukang pijat, pelukis hingga pemain musik.

“Kami berharap ada perhatian dari pihak pemerintah, agar taraf hidup kami bisa lebih baik,” kata Budi. Dia menandaskan, meski mereka berkebutuhan khusus tetapi tidak mengurangi kecintaan mereka kepada bangsa dan negara.

Mereka juga selalu mendukung program-program pemerintah, baik pemerintah daerah Sragen hingga pemerintah pusat. Terbukti, mereka saat pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu, mereka dengan sadar memberikan hak suaranya.

“Saat Pemilu 2019 lalu, kami memilih presiden dan wakil presiden serta wakil rakyat yang bisa membawa dan menyampaikan aspirasi kami,” tandasnya.

Baca : Gerakan Pramuka Efektif Cegah Radikalisme

Menanggapi hal itu Agustina mengatakan, dia membantu harapan dan aspirasi para penyandang disabilitas itu kepada DPRD Sragen agar bisa diperhatikan lebih baik. Termasuk kemudahan penyandang disabilitas mengakses akses publik dan fasilitas umum, seperti gedung DPRD.

agustina-wilujeng1

EMPAT PILAR KEBANGSAAN: Anggota DPR MPR Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan materi Sosialisai Empat Pilar Kebangsaan dihadapan para penyandang disabilitas Sragen, di Gedung Kartiini, Selasa (26/11).

Sebagai anggota DPR dan MPR, dirinya ibarat pramugari yang selalu mengingatkan penumpang mematuhi segala aturan penerbangan demi keselamatan bersama. Tiada henti-hentinya pramugari mengingatkan penumpang memakai sabuk pengaman, tidak boleh menyalakan ponsel selama penerbangan dan sebagainya demi keselamatan.

Baca : Student Vaganza UNS Pecahkan Rekor, Angkat Isu Antiradikalisme

“Ya, saya juga akan begitu untuk mengingatkan membumikan Pancasila, karena ancaman yang ingin merongrong Pancasila tidak pernah berhenti dan semaki lama semakin besar. Panjenengan semua juga memiliki tugas yang sama,” tegasnya.

Agustina juga mengingatkan agar para penyandang disabilitas juga membantu menangkal hoax yang memecah belah bangsa dan radikalisme, yakni dengan menjaga lingkungan masing-masing sambil tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.

“Saya selalu menyerukan agar menggunakan lembaga dan organisasi untuk menangkal radikalisme,” katanya.

Mereka yang menyerukan terorisme, radikalisme, upaya mengubah NKRI adalah kekuatan besar yang harus dilawan dengan kekuatan yang besar pula. Tapi kekuatan besar itu berasal dari kecil-kecil yang berkumpul dan bersatu menjadi besar. Wakil rakyat dari daerah pemilihan jawa Tengah IV (Kabupaten Sragen, Karanganyar, Wonogiri) juga menyambut baik diadakannya lomba cerdas cermat Wawasan Kebangsaan khusus bagi para penyandang disabilitas. Terlebih lagi lomba itu untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI). (Basuni Hariwoto)

Baca : Tangkal Radikalisme, MUI Minta Disdikbud Awasi Sekolah

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here