Tim PKM Fakultas Teknik UNS Kembangkan Alat Pemotong Tahu

tim-pkm-ft-uns
PEMOTONG TAHU :Tim PKM Fakultas Teknik UNS menyerahkan bantuan teknologi tepat guna berupa alat pemotong tahu dan meja landasan untuk industri tahu tradisional.(suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com -Eksistensi industri pengolahan tahu tradisional semakin tertekan dengan banyaknya industri berskala besar lokal maupun impor. Padahal potensi pemasaran tahu tradisional masih tinggi karena cita rasa yang lebih disukai. 

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) tergerak untuk mengembangkan alat teknologi tepat guna. 

Ketua Tim Pengabdian, Rahmaniyah Dwi Astuti mengemukakan, teknologi tepat guna yang mereka kembangkan tersebut mampu meningkatkan kapasitas produksi pada pengolahan tahu tradisional.

“Hampir semua industri jenis ini terkendala dengan produktivitas dan kualitas sehingga potensi tersebut tidak dapat dikembangkan secara optimal. Permasalahan-permasalahan serupa terjadi di industri pengolahan tahu tradisonal milik mitra PKM di Kampung Krajan, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta,” paparnya. 

Baca : Selamat, Tim PMW UNS Juara 2 Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia Award

Baca : UNS Bangun Monumen Pesawat Terbang

Sari Murni merupakan salah satu industri tahu yang terletak di dukuh Krajan, Mojosongo. Industri rumah tangga yang dimiliki Acok tersebut dari segi kualitas, metode produksi yang dipakai saat ini masih tergolong sederhana.

Alat tersebut  tidak dapat menjamin keseragaman ukuran tahu. Tingkat kerusakan pada proses pemotongan masih tinggi sehingga berpengaruh terhadap tingkat produktivitas. Selain itu, proses pemotongan tahu yang masih secara manual membutuhkan waktu yang lama. 

Permudah Produksi Tahu

Berdasarkan permasalahan tersebut, secara konsisten dan terus menerus pada tahun 2019 tim PKM dari grup riset Rekayasa Ergonomi, Sistem Kerja dan Manajemen Lingkungan mengembangkan alat pemotong tahu yang efiesien dan higienis dan meja produksi tahu untuk memudahkan proses produksi tahu. Melalui pengabdian masyarakat berjudul

“PKM bagi Industri Pengolahan Tahu Tradisional Kampung Krajan, Kalurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Surakarta, mereka mencoba mengangkat kembali industri tahu tradisional.

Baca : Mahasiswi Korban Tronton Seruduk Puskesmas, UNS Tetap Berikan Gelar Sarjana

“Tim kami terdiri dari dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik,” kata anggota tim Bambang Suhardi.

Alat yang mereka kembangkan tersebut  bersistem manual dengan dimensi ukuran alat disesuaikan dengan ukuran tahu yang memiliki permintaan tertinggi setiap harinya. Material yang terpilih merupakan material food grade untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan dari tahu. Selain itu, stainless steel bersifat kokoh dan tahan lama. 

Adapun prinsip kerja dari alat ini yaitu dengan menekan alat pemotong tahu terhadap tahu papan, sedangkan meja produksinya dirancang untuk memperbaiki postur tubuh operator dan dilengkapi dengan rak agar mengurangi aktivitas berpindah tempat. 

Baca : Dirikan Cafe Bhinneka untuk Perkuat Semangat Kebangsaan

“Waktu pemotongan dua kali lebih cepat dari model lama. Jumlah tahu yang dihasilkan juga menibgkat dari 250 loyang menjadi 500 loyang perharinya,” papar anggota Tim lainnya Wakhid Ahmad Jauhari. 

Selain penerapan teknologi tepat guna Tim PKM Fakultas Teknik UNS juga melakukan dukungan perbaikan dari sisi manajemen kepada mitra industri seerti halnya sosialisasi, pelatihan dan pendampingan penggunaan dan perawatan alat.(Evie Kusnindya)

Baca : Terima Ijazah dan Ikuti Prosesi Wisuda dengan Derai Airmata

Editor : Budi Sarmun 

 

 

Tinggalkan Pesan