Kendalikan Hama Tikus PPLH UNS Terapkan Trap Barrier System

Tim-Pengabdian-UNS
DIPANTAU: Tim Pengabdian UNS memantau efektivitas pengendalikan hama tikus dengan metode TBS. (suaramerdekasolo.com/Dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tikus sawah (Rattus argentiventer) merupakan hama yang paling merusak dan merugikan petani. Hama itu acap membuat petani memilih untuk tidak menanam padi dan membiarkan tanahnya bera. Hal itu juga terjadi di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

Di tempat itu, petani bahkan memilih membiarkan tanahnya bera hingga beberapa kali musim tanam.
Untuk itu Tim Pengabdian masyarakat dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan kegiatan penerapan teknologi pengendalian hama tikus.

Ketua Tim Pengabdian Dr Supriyadi mengemukakan teknologi yang mereka gunakan tersebut mampu mengendalikan hama tikus yang efektif, ramah lingkungan dan berdampak jangka panjang.

“Hal itu dilakukan dengan pemasangan Trap Barrier System (TBS) dan pemanfaatan burung hantu, dengan dibuatkan Rubuha atau Rumah Burung Hantu sebagai sarangnya.”

Anggota tim Setya Nugraha menambahkan, Trap Barrier System (TBS) merupakan teknik pengendalian tikus dengan prinsip memasang perangkap di lahan padi.

Dikatakan, spesifikasi teknologi TBS yang diterapkan dengan luas tanaman padi untuk lure crop adalah 120 m2 dengan panjang 12 m dan lebar 10 m. Tanaman dipagari dengan plastik fiber setinggi 80 cm dengan rapat, dimana bagian bawah fiber ditambal dengan tanah basah agar rapat. Penyangga fiber ditempatkan di dalam pagar.

Bubu perangkap di pasang di empat sisi pagar fiber. Bubu perangkap dibuat dari kawat ram yang kuat atau bisa menggunakan kawat ayakan pasir kasar berbentuk kubus dengan sisi-sisi lebar dan tinggi masing-masing 20 cm dan panjang 40 cm.

Di bagian depan bubu dipasang pintu masuk tikus berupa corong dari anyaman kawat memanjang sekitar 12 cm dengan diamater kurang lebih 5 cm yang mengerucut ke ujungnya. Pintu untuk mengeluarkan tikus yang tertangkap ada di bagian belakang bubu.

Efektif Basmi Tikus

Dikemukakan, pemasangan TBS akan efektif apabila padi di lahan sekitarnya belum mencapai masa bermalai atau pada masa bera. Oleh karena itu, tanaman padi untuk TBS harus ditanam terpisah atau menggunakan tanaman padi yang panen terakhir, apabila masa tanam tidak serentak.

“Tikus akan masuk ke TBS karena mencari padi yang mengandung pati/karbohidrat sebagai kebutuhan pakan pokok guna tikus berkembang biak.”

Bubu berangkap di pasang sore hari dan diperiksa pagi hari. Tikus yang terperangkap dalam bubu dibunuh dengan cara ditenggelamkan. Anggota tim lainnya

Ditambahkan, TBS modifikasi ini cukup efektif, yakni mampu menangkap antara 1-18 ekor setiap malam pemasangan. Jumlah sarang aktif tikus di sekitar lokasi pemasangan TBS juga turun signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa TBS efektif menurunkan populasi tikus di lapangan.

Supriyadi menambahkan, pemasangan TBS efektif mengendalikan hama tikus dengan beberapa catatan.

Yang pertama adalah apabila dipasang dengan benar, baik cara pemasangan, waktu pemasangan dan tanaman padi , yakni padi fase vegetatif awalatau bera.

Yang kedua, pola tanam dengan selingan bukan padi dan waktu tanam padi serempak perlu dikembangkan.(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

 

 

Tinggalkan Pesan