Polres Sukoharjo Kumpulkan Perajin Ciu

ciu
SARASEHAn : Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas memberikan cinderamata pada perajin ethanol dan perwakilan DLH saat sarasehan di Polres, Jumat (29/11). (Suaramerdekasolo/Heru Susilo)

Suaramerdekasolo.com-Polres Sukoharjo mengundang pelaku usaha yang berda di sekitar Sungai Bengawan Solo, Jumat (29/11).
Kegiatan tersebut dilakukan agar ada kesepahaman antara pengusaha dan pemerintah Daerah ( Pemda) Sukoharjo. Tidak hanya terkait investasi dan lapangan perkerjaan, namun, juga dalam pengolahan limbah.
Terlebih, Polres Sukoharjo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo sebelumnya melakukan susur Sungai Bengawan Solo (25-26/11). Sebanyak 60 pengusaha etanol asal Polokarto dan Mojolaban serta pengusaha tekstil hadir dalam kesempatan itu.

Salah satu pelaku usaha industri etanol asal Mojolaban Sabariyono mengaku ada sebanyak 50 pengrajin etanol di Mojolaban. Menurut dia, Sejak 2012 lalu Pemkab Sukoharjo telah membuatkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan telah dioperasionalkan pengrajin.

“Limbah ciu dibuat pupuk organik cair untuk perbaikan struktur tanah yang rusak. Dan pupuk tersebut dapat digunakan untuk mengurai pupuk kimia yang terserap tanah,” katanya.

Pihaknya juga bekerjasama dengan salah satu pabrik pupuk. Hasil olahan limbah tersebut bisa digunakan untuk memupuk aneka sayuran dan tanaman. Meski demikian, Sabariyono mengaku menemui sejumlah kendala terkait pemasaran pupuk.

“Kami perlu bantuan pemerintah agar pupuk tetap bisa berproduksi dan laku di pasaran. Yang jelas limbah etanol di Mojolaban sudah tertangani dengan baik,” imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan pelaku usaha pengolahan etanol asal Polokarto Sri Purnomo. Di Polokarto sendiri telah ada IPAL. Sayangnya dikarenakan sudah lama, pengelolaan limbah di IPAL kurang berjalan maksimal. “Kami juga tidak tahu baku mutu limbahnya. Sebab IPAL sudah lama dan kurang maksimal. Dan limbah memang masuk ke Kali Samin,” katanya.

Di Kecamatan Polokarto sendiri terdapat 92 industri rumahan pengolah etanol yang tersebar di empat desa. Pihaknya juga meminta pembinaan dan bantuan untuk pengolahan limbah tersebut. Sebab banyak warga yang menggantungkan hidup pada industri etanol.

Kepala DLH Sukoharjo Agustinus Setiyono mengaku akan membangun IPAL Komunal. Rencana IPAL Komunal akan direalisasikan pada 2020 nanti untuk di Ngombakan, Polokarto, Sukoharjo. Sebab limbah yang dibuang ke Kali Samin merupakan limbah industri rumahan etanol.

“Pembuatan IPAL Komunal nanti akan diambil dana yang dimintakan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN),” terang Agus.

Agus mengaku dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK) akan membantu dalam pembuatan fisik IPAL Komunal. Namun, DLH Sukoharjo harus menyediakan lahan untuk IPAL tersebut.

Agus menerangkan limbah etanol akan diolah terlebih dahulu dalam IPAL Komunal tersebut. Setelah diolah barulah limbah boleh dibuang ke Kali Samin. Agus menambahkan jika pembinaan dan pengawasan selalu dilakukan DLH Sukoharjo.

“Banyak sekali pelaku usaha etanol di Sukoharjo. Dan mereka sudah lama menjadi pengrajin etanol,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here