Apel Siaga Disabilitas Boyolali, Jangan Panik Hadapi Bencana

apel-siaga-bencana-disabilitas-boyolali
BERJOGED: Para difabel dan anggota BPBD Boyolali berjoged bersama di sela pelatihan dan apel siaga bencana bagi disabilitas.(suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Menghadapi bencana, kuncinya ternyata sederhana. Jangan bersikap panik karena hanya akan memperbesar rasa takut.

Hal itulah yang diterima para difabel dalam kegiatan Pelatihan pengurangan resiko rencana bagi penyandang disabilitas, Senin (2/12). Pelatihan digelar Badan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali.

Salah satu peserta difabel asal Teras, Yuyun mengaku terbantu dengan pelatihan tersebut. “Dengan pelatihan ini saya bisa tahu apa yang harus saya lakukan ketika menghadapi bencana gempa,” ujar penyandang tuna rungu ini melalui penerjemah.

Sementara itu, Pelaksana Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo mengungkapkan, menghadapi bencana maka seseorang termasuk difabel tak boleh panik karena bisa memicu seseorang tak bisa berpikir jernih.

Ditemui wartawan disela- sela pelatihan, Senin (2/12), Bambang Sinungharjo mengungkapkan, kepanikan berlebihan sebaiknya dihindari agar seseorang mampu menghadapi dan menanggulangi dampak bencana tersebut.

Kondisi ini bisa dikendalikan jika seseorang telah memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup mengenai berbagai bencana alam. Termasuk cara penanggulanannya. Hal itu, salah satunya bisa dibentuk melalui pelatihan dan simulasi mitigasi bencana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here