Apel Siaga Disabilitas Boyolali, Jangan Panik Hadapi Bencana

0

“Tantangan terbesarnya memang bagaimana mengatasi rasa panik dalam diri seseorang,” katanya.

Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan secara simultan. Sekaligus sebagai upaya untuk merespons tingginya resiko yang dihadapi penyandang disabilitas menghadapi situasi bencana. “Penyandang disabilitas memiliki tingkat resiko empat kali lebih besar dibandingkan kelompok rentan lainnya ketika menghadapi bencana.”

Terkait materi pelatihan, pihaknya mengaku sudah menyiapkan fasilitator. Adapun materi pelatihan diantaranya tentang teknik evakuasi, serta pertolongan pertama. Diharapkan para difabel bisa menghilangkan rasa panik saat menghadapi bencana.

“Juga para penyandang disabilitas memperoleh pelayanan evakuasi yang ramah disabilitas.”

Ditambahkan, evakuasi penyandang disabilitas saat trejadi bencana tak boleh asal-asalan. Contoh sederhana, saat evakuasi menaikkan penyandang disabilitas berkursi roda ke atas truk harus dilakukan oleh enam orang.

“Dimana dua orang di atas kendaraan dan dua lainnya di bawah mengangkat penyandang disabilitas.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan