BPBD Karanganyar Pasang 165 Rambu Peringatan Di Titik Rawan Bencana

jalur-evakuasi-bencana-jenawi
RAMBU PENUNJUK : Siswa SMKN Jenawi melewati bawah rambu penunjuk jalur evakuasi, saat mengikuti simulasi penanganan bencana longsor di Desa Menjing, Kecamatan Jenawi, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sejumlah rambu peringatan bencana dipasang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, di sejumlah titik rawan. Pemasangan dilakukan, untuk memberi peringatan pada masyarakat tentang potensi bencana pada titik terkait di musim penghujan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar Bambang Djatmiko mengatakan, ada 165 rambu yang dipasang di titik rawan bencana, khususnya rawan banjir dan tanah longsor.

“Sebagian pengadaan dari BPBD, sebagian lagi bantuan dari BPBD Jateng dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana),” jelasnya, Senin (2/12).

Sebanyak 53 rambu bantuan dari BNPB, saat ini sudah terpasang. Rambu itu menunjukkan tempat pengungsian, titik kumpul, peringatan banjir dan tanah longsor, serta jalur evakuasi.

Rambu peringatan banjir dipasang di Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat dan Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo. Sedangkan rambu peringatan longsor dipasang di Desa Menjing dan Gumeng, Kecamatan Jenawi, serta Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu.

Tim dari BPBD, lanjut Bambang, saat ini masih melakukan pengecekan lapangan untuk keperluan pemasangan rambu.

Titik lain yang rencananya akan dipasangi rambu adalah area rawan banjir di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, serta wilayah rawan kebakaran di kawasan Cetho, Gunung Purung, Bukit Babar dan Mongkrang.

“Rencananya, ada 15 titik yang akan dipasangi rambu di Karanganyar. Tiap titik dipasangi 11 rambu, berisi berbagai macam peringatan dan pemberitahuan. Sehingga jika terjadi bencana, masyarakat tahu di mana titik rawan banjir, rawan longsor, titik kumpulnya, jalur evakuasinya, dan sebagainya,” tuturnya.

Bambang menambahkan, wilayah rawan tanah longsor di Karanganyar antara lain di Kecamatan Jenawi, Jatiyoso, Tawangmangu, Ngargoyoso, Matesih dan Karangpandan.

Sedangkan wilayah Kecamatan Jaten, Kebakkramat dan Gondangrejo masuk zona rawan banjir. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here