Mencegah Banjir, Bengawan Solo Hulu Diperbaiki

dampak-pembangunan-kanal-hilir-bendungan-wonogiri
MENYAMPAIKAN PENDAPAT : Seorang warga menyampaikan pendapatnya saat mengikuti sosialisasi dampak pembangunan kanal hilir Bendungan Wonogiri, Bengawan Solo Hulu di pendapa Kabupaten Wonogiri, Senin (2/12). (suaramerdeksolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com –  Bengawan Solo Hulu, tepatnya sungai di bawah Bendungan Gajahmungkur Wonogiri rencananya akan diperbaiki. Perbaikan diperlukan untuk mencegah banjir apabila spillway (pintu pelimpasan air) Waduk Gajahmungkur dibuka maksimal.

Meiyanto, konsultan dari PT Nippon Koei menerangkan, Waduk Gajahmungkur kini dilengkapi dengan dua closure dyke yang masing-masing sepanjang 700 meter. Selain itu dibangun sebuah bangunan overflow untuk mengalirkan air yang berlebihan ke waduk utama dan sebuah spillway baru. Dengan demikian, Waduk Gajahmungkur kini menjadi waduk pertama di Indonesia yang mempunyai dua spillway.

“Pembangunan closure dyke, overflow dan spillway baru itu untuk menahan sedimentasi dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Keduang,” katanya saat sosialisasi dampak pembangunan kanal hilir Bendungan Wonogiri, Bengawan Solo Hulu di pendapa Kabupaten Wonogiri, Senin (2/12).

Spillway yang lama bisa melepaskan air sebesar 200 m3/detik dari Waduk Gajahmungkur masuk ke Bengawan Solo. Demikian juga dengan spillway baru. Jika keduanya dibuka, debit air yang digelontorkan ke Bengawan Solo bisa mencapai 400 m3/detik.

“Dulu ketika baru ada satu spillway yang dibuka, beberapa tempat di bawah Bendungan Gajahmungkur terkadang terendam air. Sekarang ditambah satu spillway lagi,” terangnya.

Oleh karena itu, Bengawan Solo Hulu yang berada di bawah Bendungan Gajahmungkur tersebut akan diperbaiki. Tujuannya agar sungai mampu menampung air sebesar 400 m3/detik jika kedua spillway dibuka.

Perbaikan dilakukan sepanjang 3-4 kilometer dari bawah Bendungan Gajahmungkur sampai sekitar Jembatan Jurang Gempal.

“Ada beberapa tempat yang perlu digali, dibuat tanggul, dan perkuatan bantaran sungai agar tidak terkena erosi,” imbuhnya.

Yatmin, warga Dusun Pengkol, Desa Pokoh Kidul mengungkapkan, di sepanjang sungai tersebut terdapat beberapa tanah timbul yang dimanfaatkan petani untuk bercocok tanam. Oleh karenanya, dia berharap adanya perhatian terhadap hal itu. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here