Penderita HIV-AIDS dari Pekerja Swasta Cukup Banyak Di Karanganyar

aids-karanganyar
CEK DARAH : Petugas mengambil sampel darah dari salah satu peserta Peringatan Hari AIDS Sedunia Kabupaten Karanganyar 2019 di pendapa rumah dinas bupati, Selasa (3/12). Sampel darah diperiksa untuk memastikan apakah ada infeksi virus HIV atau tidak. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Persentase penderita penyakit HIV-AIDS dari kalangan pekerja swasta, cukup banyak di Karanganyar. Angkanya mencapai 23 persen dari total jumlah penderita penyakit.

Tercatat, sejak tahun 2000 hingga 2019 ini, ditemukan 802 penderita penyakit tersebut di Karanganyar. Tahun 2000 adalah pertama kali ditemukan penderita penyakit yang menyerang kekebalan tubuh di Bumi Intanpari.

Dari jumlah tersebut, 369 orang dinyatakan positif HIV, 433 orang dinyatakan AIDS dan 125 penderita meninggal dunia. Sementara pada 2017, diperkirakan ada 1.609 warga Karanganyar yang terinfeksi HIV-AIDS atau orang dengan HIV-AIDS (ODHA).

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Karanganyar Jatmiko mengatakan, pada tahun ini, pihaknya mengintensifkan sosialisasi pada pegawai di perusahaan-perusahaan swasta di Karanganyar, agar waspada terhadap penyakit tersebut.

“Dari pemetaan yang dilakukan, cukup banyak pekerja swasta yang terinfeksi HIV-AIDS. Persentasenya mencapai 23 persen,” katanya, di sela acara Peringatan Hari AIDS Sedunia Kabupaten Karanganyar 2019 di pendapa rumah dinas bupati, Selasa (3/12).

Dari sosialisasi tersebut, diharapkan mereka lebih memahami faktor risiko yang menjadi penyebab penularan penyakit, sehingga bisa mencegah dirinya dari kemungkinan terinfeksi virus HIV.

“Dalam Peringatan Hari AIDS ini, kami undang sejumlah perwakilan pekerja perusahaan swasta, dengan harapan mereka bisa meneruskan informasi yang diterima ke rekannya, juga ke manajemen perusahaan,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here