Petani dan Desa Surati Pemerintah, Gegara Bendung Blambangan Delanggu Macet

bendung-blambangan-klaten
LOKASI SALURAN: Perangkat desa Delanggu dan perwakilan petani mengecek lokasi saluran yang diduga tertimbun di Bendung Blambangan. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com -Petani dan pemerintah Desa Delanggu sekitarnmya akan melayangkan surat ke pemerintah kabupaten dan provinsi. Mereka jengkel sebab penanganan bendung Blambangan yang mengoncori lahan mereka tidak jelas.

” Kami akan buat dan kirim surat lagi. Baik ke provinsi maupun kabupaten,” kata Kepala Desa Delanggu, Kecamatan Delanggu, Purwanto, Selasa (3/12). Purwanto mengatakan pasokan air ke lahan pertanian padi seluas 1.000 hektare lebih terancam macet. Sebab air suplisi ke jaringan pengairan Ploso Wareng di Kecamatan Polanharjo, Klaten menyusut setelah rusaknya saluran dari Bendung Blambangan.

Lahan terancam yang teraliri baku semua lahan pertanian padi.Petani sudah berupaya tapi tidak ada solusi. Penyebab utama ancaman berkurangnya pasokan air disebabkan jaringan suplisi dari Bendung Blambangan, Desa Kebonharjo, Kecamatan Polanharjo tak mengalir ke jaringan Ploso Wareng.

Air dari sungai tak masuk saluran sebab ada sedimentasi. Petani dan pemerintah desa sudah berupaya melaporkan ke Pemkab Klaten dan Pemprov Jateng beberapa bulan lalu. Tim sudah turun dan bertemu petani. Provinsi hanya datang merehab pintu air bendungan.

Pemkab hanya mengecek. Sebab mendesak, petani dibantu PT TIV bekerja bhakti mengeruk sedimentasi. Dengan alat berat sebagian sedimen saluran sudah bersih. Namun air tetap belum mengalir karena di saluran yang berbada di bawah jalan tertimbun.

Petani pun sudah gotong-royong tetapi terhambat lokasi. Lokasi saluran yang diduga tertimbun berada di bawah jalan kampung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here