Sembilan dari 23 Alat Deteksi Dini Bahaya Tanah Longsor Alami Kerusakan

jalur-evakuasi-bencana-jenawi
RAMBU PENUNJUK : Siswa SMKN Jenawi melewati bawah rambu penunjuk jalur evakuasi, saat mengikuti simulasi penanganan bencana longsor di Desa Menjing, Kecamatan Jenawi, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sembilan dari 23 early warning system (EWS) atau alat deteksi dini bahaya tanah longsor yang dipasang di sejumlah lokasi di Karanganyar, rusak.
Alat yang rusak tersebut, berada di wilayah Tawangmangu, Kerjo, Jenawi, Karangpandan dan Matesih.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Bambang Djatmiko mengatakan, kerusakan pada EWS tersebut karena berbagai sebab.

“Ada yang kabelnya putus sehingga tidak bisa mengirim sinyal deteksi bencana, ada juga yang rusak fisiknya. Karena rusak, jadi tidak bisa berfungsi. EWS yang rusak ini bantuan dari BPBD Provinsi Jateng,” jelasnya.

Untuk mengganti EWS yang rusak, BPBD Karanganyar akan melakukan pengadaan EWS baru pada 2020 mendatang. Namun jumlahnya terbatas, yakni dua unit. EWS baru tersebut nantinya akan dipasang menggantikan EWS yang rusak, namun lokasinya belum ditentukan.

Bambang menambahkan, di luar 23 EWS yang ada, beberapa waktu lalu Karanganyar juga menerima bantuan 100 unit EWS dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Alat pendeteksi gerakan tanah tersebut dipasang di 100 rumah yang tersebar di 11 desa rawan longsor di Kecamatan Jenawi, Ngargoyoso, Tawangmangu, Karangpandan, Jatiyoso dan Matesih.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Hartoko menambahkan, selain 9 EWS yang rusak, 14 alat deteksi lainnya masih berfungsi dengan baik.

“Semuanya EWS untuk mendeteksi tanah longsor. Di luar 9 yang rusak, lainnya masih berfungsi,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here