Sinergi Dengan USAID, Bursa Kerja Inklusif Tawarkan 10.000 Lowongan

bursa-kerja-inklusif
BURSA : Ribuan pelamar memadati Bursa Kerja Inklusif yang digelar pada Rabu-Kamis (4-5/12) di Graha Wisata Niaga. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)
SOLO,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 10.000 lowongan ditawarkan dalam Bursa Kerja Inklusif Solo Raya yang digelar Sinergi United States Agency for International Development (USAID) di Graha Wisata Niaga. 
 
Project Director Sinergi USAID Agung Binantoro mengemukakan, dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut, tak kurang dari 125 perusahaan yang terlibat. Dari jumlah perusahaan tersebut, sebanyak 10.000 lowongan pekerjaan ditawarkan. Pada hari pertama, tak kurang dari 6000 pencari kerja menyemut dalam kegiatan itu. 
 
“Keunikannya, dari jumlah lowongan yang tersedia tersebut, sebanyak 10 persen di antaranya atau sekitar 1.000 lowongan dibuka untuk penyandang disabilitas,” kata Agung di sela kegiatan. 
 
 
Dikemukakan Agung, terdapat sebanyak delapan perusahaan yang selain membuka lowongan umum juga berkomitmen untuk menawarkan kesempatan pada  kalangan rentan seperti halnya penyandang disabilitas. Selain lowongan yang bersifat khusus tersebut, lanjut Agung, juga terdapat keistimewaan lainnya yakni adanya sejumlah kelas edukasi dan asesmen untuk para pencari kerja sehingga mereka bisa menemukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan passion dan bakat mereka. 
 
“Seluruh peserta bursa kerja bisa memperoleh pelayanan asesmen secara gratis yang merupakan hasil kerjasama Sinergi USAID dengan aplikasi rencanamu.com. Jadi selain memperoleh lamaran kerja, mereka juga bisa mendapat ilmu tentang job seeking misal membuat CV, surat lamaran, tips wawancara kerja dan lain sebagainya,” kata Agung.
 
 
Untuk mendaftar menjadi pelamar dalam bursa kerja ini, lanjutnya, peserta cukup membuka aplikasi rencanamu.com dan mengisi pendaftaran. Peserta kemudian bisa datang ke lokasi bursa kerja dengan membawa persyaratan yang dibutuhkan. 
Setelah di lokasi, peserta kemudian melakukan konfirmasi pada panitia dan memperoleh semacam pasword registrasi. Mereka juga diminta untuk mengisi formulir asesmen yang dilakukan melalui Hp untuk mencocokkan bakat dan minat kerja. 
Sembari menunggu giliran memasukkan lowongan, peserta bisa mengikuti aneka kegiatan mulai dari kelas edukasi, menikmati aneka stan yang tersedia maupum menikmati hiburan. 
 
Dikemukakan, dengan melakukan registraso, data nereka aka.  terpantau yg bisa sewaktu waktu dimonitor. Ada basis data terpadu dari pencari kerja terutama dari kalangan anak muda.  
 
 
“Dengan pencari kerja melakukan registrasi, data mereka akan terpantau sehingga bisa dilacak berapa yang terserap kerja, dan lain lainnya.”
 
Sayangnya, lanjut Agung, meskipun registrasi dan lainnya sudah menggunakan gawai, namun untuk proses memasukkan lamaran belum semua perusahaan melakukannya secara online. Hampir semuanya mensyaratkan untuk menyerahkan persyaratan adminsitratif secara langsung. 
 
“Ke depan kami ingin proses lamaran ke perusahaan juga bisa dilakukan secara online sehingga pelamar tak perlu menenteng berkas kesana kemari,” paparnya.(Evie Kusnindya)
 
 
Editor : Budi Sarmun 
 
 
 

Tinggalkan Pesan