Ganjar Pranowo : 70 Persen Pencari Kerja Belum Siap

pencari-kerja-inklusif
Gubernur Ganjar Pranowo menggelar dialog dengan para pencari kerja di Bursa Kerja Inklusif yang digelar si Graha Wisata Niaga. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)
SOLO,suaramerdekasolo.com – Hari kedua pelaksanaan Bursa Kerja Inklusif yang digelar di Graha Wisata Niaga, dimeriahkan kegiatan “Rembug Gayeng Bareng Mas Ganjar”. Dalam acara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar kegiatan interaktif dengan para pencari kerja maupun pelajar yang hadir. 
 
Dalam kesempatan itu, Ganjar membahas dua hal yg dihadapi anak muda kalangan milenial. Yang pertama terkait motivasi kerja dan yang kedua mengenai akses dan peluang kerja bagi anak muda.
 
 
Dikemukakan Ganjar, lebih dari 70 persen kaum muda yang mengikuti pelatihan kerja sebenarnya belum siap kerja. Hal itu dalam pengertian mereka belum mengetahui secara pasti pekerjaan yang diinginkan sesuai kemampuan, bakat dan minat. Hal itu membuat kaum muda dalam mencari pekerjaan cenderung hanya bisa segera memeroleh pekerjaan dan jika tidak merasa cocok akan memilih keluar.
 
Padahal di sisi lain, lanjut Ganjar, banyak jenis pekerjan yang terancam keberadaannya akibat perkembangan teknologi. Akan banyak sekali terjadi penggantian tenaga kerja manusia menjadi mesin atau teknologi. 
 
Karena itu, Ganjar berpesan pada seluruh pencari kerja agar mereka mampu menjadi multitalenta saat memasuki dunia kerja. 
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mendorong inklusivitas dunia kerja di Jaea Tengah. Ia bercerita tentang pihaknya yang tahun ini mulai mengalokasikan lowongan untuk penyandang disabilitas.
 
 
Hal itu dimulai dengam memberikan kesempatan dan akses yang sama pada penyandang disabilitas. 
 
Selain Rembug Gayeng, Sinergi USAID juga menggelar talkshow
kesiapan pencari kerja untuk berwirausah. Selain memberikan edukasi dan kiat berwirausaha, juga dihadirkan perbankan yang menawarkan pinjaman modal serta pemngku kepentingan yang ada.
” Mentornya kami hadirkan praktisi wirausahawan yang telah sukses untuk mendampingi mereka,” kata Project Leader Sinergi USAID Bambang Wicaksono. 
 
Selain itu, juga digelar kelas edukasi dengan perhimpunan HRD se Jawa Tengah mengenai dunia kerja dan rekrutmen kerja maupun standar penilaian HRD untuk rekrutmen.  (Evie Kusnindya)
 
 
Editor : Budi Sarmun 
 
 

Tinggalkan Pesan