Musim Kemarau Wonogiri Diperkirakan Mundur Lagi

kekeringan-wonogiri
MENGGELONTORKAN AIR : Sejumlah warga menggelontorkan air dari truk tangki di Desa Sambiharjo, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Akhir musim kemarau di sebagian wilayah Kabupaten Wonogiri tahun 2019 ini diperkirakan mundur selama 10-20 hari. Dengan demikian, musim hujan diprediksi dimulai pada awal atau pertengahan Desember mendatang. Sementara itu, wilayah selatan Kabupaten Wonogiri sampai sekarang masih mengalami kekeringan.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto menerangkan, pihaknya telah menerima informasi perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). “Menurut BMKG, awal musim hujan akan mundur satu sampai dua dasarian (10-20 hari),” katanya, Kamis (5/12).

Baca : Karanganyar Mulai Melakukan Pendataan Populasi Anjing

BMKG sebelumnya pernah memperkirakan awal musim hujan di Kabupaten Wonogiri berlangsung pada akhir November. Dengan adanya perkiraan BMKG terbaru itu, awal musim hujan kini mundur antara awal Desember hingga pertengahan Desember mendatang.

Bambang mengingatkan, sekarang merupakan masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Hal itu ditandai dengan curah hujan yang belum stabil. “Yang perlu diwaspadai pada masa pancaroba adalah bencana angin kencang,” terangnya.

Terpisah, Camat Paranggupito Eko Nur Haryono mengatakan, wilayahnya hingga kini belum diguyur hujan. Alhasil sebagian masyarakat terpaksa membeli air bersih dari truk-truk tangki seharga Rp 150.000-170.000 per tangki.

Baca : Perbaikan RTLH Wonogiri Ditargetkan Selesai Dua Tahun

Selain itu, beberapa sumber air telah mengecil. Salah satunya Sumber Waru di Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito. Saat musim hujan, debit sumber tersebut berkisar 6-7 liter per detik. Namun ketika kemarau panjang seperti ini, debitnya tinggal 2,5-3 liter per detik.

Beberapa desa berencana mengadakan shalat istisqa. “Shalat istisqa rencananya akan diadakan di desa. Desa Songbledeg mau musyawarah dulu,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here