Hasil Penjualan Tembakau Eromoko Mencapai Rp 44 Miliar

0
petani-wonogiri-jemur-tembakau
MENJEMUR TEMBAKAU : Petani di Desa Buluharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri menjemur tembakau, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Hasil penjualan tembakau dari para petani di seluruh Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri tahun ini menembus angka fantastis. Sebanyak 2.046 petani tembakau di kecamatan mampu mencetak penjualan sebesar Rp 44.947.326.752.

Camat Eromoko Danang Erawanto mengungkapkan, para petani tembakau tersebut tergabung ke dalam 68 kelompok tani. Mereka menanam tembakau pada lahan dengan luas total mencapai 1.222,05 hektar.

“Tahun ini, petani tembakau Eromoko mampu memproduksi 1.628.816 kilogram tembakau kering. Hasil penjualannya mencapai Rp 44.947.326.752,” katanya, Jumat (6/12).
 
 
Baca : Sinergi Dengan USAID, Bursa Kerja Inklusif Tawarkan 10.000 Lowongan

Hasil penjualan tembakau tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Pada 2018 lalu, sebanyak 1.880 petani dengan total luas lahan 898,3 hektare mampu menghasilkan 1.422.250 kilogram tembakau kering. Adapun nilai penjualannya mencapai Rp 38.509.947.000.

“Total hasil penjualan tahun ini memang lebih tinggi dari pada tahun lalu. Tapi produksi per hektarenya mengalami penurunan,” terangnya.

Penurunan produksi per hektare itu disebabkan musim kemarau yang terlalu panjang. Alhasil, tanah menjadi terlalu kering sehingga pertumbuhan tanaman tidak maksimal. “Terlalu kering, sehingga produksinya tidak maksimal,” imbuhnya.

Pertanian tembakau di kecamatan tersebut dijumpai di 11 desa/kelurahan. Antara lain Desa Eromoko, Panekan, Baleharjo, Sindukarto, Minggarharjo, Tegalharjo, Ngunggahan, Sumberharjo, Pucung, serta Kelurahan Ngadirejo, dan Puloharjo. Produksi terbesar ada di Desa Baleharjo yang mencapai 361.471 kilogram dan Sumberharjo mencapai 351.452 kilogram tembakau kering. (Khalid Yogi)
 
 
Editor : Budi Sarmun 
 
 
 

Tinggalkan Pesan