Pakar Hukum : Tak Ada Yang Dilanggar, Gugatan Class Action Tak Bisa Dilakukan, Wacana Rubicon Mobdin Bupati Karanganyar

0
rubicon
FOTO ILUSTRASI/otomaniac.com

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Pakar hukum Prof DR Moh Yamin SH dari UNS mengatakan, gugatan class action soal mobil dinas Bupati Karanganyar yang bermerk Jeep Wrangler Rubicon tidak bisa digugat class action. Sebab tidak ada yang melanggar hukum dari sisi pengadaan.

‘’Sama sekali tidak melanggar ketentuan dari pengadaan mobil itu, sehingga susah jika ditilik untuk menggugat class action. Gugatan bisa dilakukan jika ada peraturan yang dilanggar. Permendagri hanya membatasi uukuran CC mobil di bawah 3.500, itu masih 2.000 CC saja, jadi boleh,’’ kata dia dimintai komentar, Jumat.

Yang terkait itu sebetulnya hanya soal kelayakan dan kepatutan saja, dan itu sangat subyektif sifatnya, tergantung siapa yang memandang dan dari sudut mana memandangnya. Kalau itu urusannya tentu kembali ke Bupati, dari sisi kemanfaatannya.

Praktisi hukum Dudin Waluyo mengajak masyarakat Karanganyar yang tidak setuju pengadaan mobil dinas Rubicon itu untuk menggugat class action untuk membatalkan pengadaan mobil dinas tersebut. Pihaknya siap membantu.(SM 6/1).

Bupati Juliyatmono saat ditemui usai menghadiri gerakan masyarakat sehat (germas) di Alun-alun Karanganyar mengatakan, jangan hanya melihat dari sudut pandang mobilnya saja yang harganya cukup mahal itu.

‘’Saya sangat menyadari itu, jangan mengajari soal kepatutan dan kelayakan pada saya. Saya ini wong ndeso yang sangat paham menjaga perasaan orang lain. Coba lihat rumah dinas bupati dari dulu sampai sekarang tidak berubah, saya ya terima,’’ kata dia.

Dia mengajak masyarakat melihat Karanganyar sekarang dengan kondisi dulu. Perbedaannya cukup jauh, sehingga selama ini Juli sudah membuktikan dengan kerja, kerja dan kerja untuk rakyatnya. Tingkat kesejahteraannya cukup tinggi.

Ada penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha yang disabet hanya lima daerah di Indonesia, dengan tingkat kompetisi yang ketat, ternyata Karanganyar nomor dua rangkingnya secara nasional. Itu harus juga dilihat agar seimbang menilainya.

Tinggalkan Pesan