Saingi Yuni, Joko Suwoto Daftar Cabup PDIP, Pilbup Sragen 2020

pilbup-sragen1
PERLIHATKAN BERKAS PENDAFTARAN: Joko Suwoto memperlihatkan berkas pendaftaran sebagai cabup Sragen, lewat DPP PDIP.(suaramerdekasolo.com/dok)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Joko Suwoto, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar, serius mengikuti bursa pendaftaran calon bupati lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dia mendaftar di kantor DPP PDIP di Jakarta pada Kamis (28/11) dan menyerahkan tembusan ke DPC PDIP Sragen, Rabu (4/12).

Joko mengatakan, dia mendaftar di DPP PDIP sebagai bukti bahwa dia serius maju di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020. Dia tidak mendaftar ke DPC karena sudah tutup, lalu mendapat informasi bahwa DPP masih buka pendaftaran sampai 30 November.

“Saya mendaftar di PDIP karena yang sudah melakukan baru PDIP sementara partai lainnya belum ada yang membuka pendaftaran,” kata Joko tatkala ditemui.

Setelah mendaftar di DPP, dia juga sudah mengantar tembusan pendaftaran ke DPC PDIP Sragen dan DPD PDIP Jawa Tengah di Semarang. Sebenarnya bila menyerahkan tembusan tidak dilakukan juga tidak apa-apa, hanya etika. Dia menandaskan dirinya mendaftar sebagai calon bupati Sragen. Namun kedepan dalam komunikasi diminta sebagai wakil, Joko tidak mempermasalahkan.

Pria kelahiran Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen ini meyakini ada sistem yang bagus di DPP PDIP. Siapapun yang berdasarkan survei diniliai baik, pasti akan dipilih DPP PDIP. Soal persiapan dana untuk pilkada, pihaknya meyakini sudah cukup siap. ”Untuk dana secukupnya ada,” kata Joko.

Baca : Pilbup Sragen 2020, Berbagai Kemungkinan Bisa Dialami Duet Yuni-Dedy

pilbup-sragen2
ERAHKAN TEMBUSAN: Joko Suwoto menyerahkan tembusan berkas pendaftaran sebagai cabup lewat DPP PDIP ke kantor DPC PDIP Sragen, Rabu (4/12). (suaramerdekasolo.com/dok)

Perihal lobi dengan parpol lain sudah dia lakukan kecuali DPC PDIP dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Semua parpol meminta sabar untuk menunggu.

Terpisah Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku tidak risau dan tidak merasa tersaingi dengan langkah Joko Suwoto, yang juga mendaftar bakal calon bupati Pilbup 2020 lewat PDIP. Menurut Yuni, siapa pun boleh mencalonkan dan dicalonkan. Tidak hanya di DPC, pendaftaran bisa dilakukan di DPD atau DPP. “Kalau ada yang daftar di DPP kan juga boleh. Kalau Mas Joko Suwoto daftar di DPP ya tidak apa-apa,” terang Yuni, Kamis (5/12).

Baca : November 2019 Perekrutan Panwascam Pilbup Sragen 2020, Berapa Besaran Honornya ?

Bupati petahana ini memaklumi keputusan yang diambil Joko. Sebab PDIP memang partai yang besar dan memiliki jumlah kursi paling banyak sehingga logis jika kemudian jadi sasaran untuk pendaftaran. Selama pendaftaran cabup-cawabup dibuka di DPC PDIP Sragen, memang hanya Yuni yang mendaftar sebagai cabup, sementara yang lainnya sebagai cawabup, termasuk Wabup Dedy Endriyatno yang kader PKS.

Dedy ketika ditemui mengatakan, salah satu alasan dia didaftarkan sebagai cawabup lewat PDIP, karena saat ini suara yang berkembang di PKS masih pada Yuni-Dedy jilid II. Karena itu akhirnya DPW PKS dan DPD PKS Sragen mendaftarkan sebagai cawabup di PDIP. Namun bila ada satu dua berbeda itu wajar. ”Logika politiknya mengangkat lagi Yuni-Dedy lebih mudah daripada bentuk baru,” tandasnya. (Basuni Hariwoto)

Baca : Pilbup Sragen 2020, Tak Menutup Kemungkinan Koalisi PDIP-PKS – Pilbup 2020

Editor : Budi Sarmun 

 

 

Tinggalkan Pesan