Warga Penolak Tambang Mulai Diintimidasi, Di Alur Sungai Woro

judi-manisrenggo-klaten
SISA SPANDUK: Spanduk sisa masih terpasang di Jalan Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Jumat (6/12).(suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Warga yang menolak rencana beroperasinya kegiatan tambang pasir dan batu di lereng Gunung Merapi Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo mulai mendapatkan intimidasi dari pihak tidak dikenal. Beberapa poster penolakan dibakar dan spanduk diturunkan setelah dipasang warga.

Pengurus harian kelompok tani hamparan Ngudi Mulyo, Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Arwan Fauzan mengatakan laporan dari warga ada lima poster yang dibakar dan satu spanduk diturunkan.

” Siapa pelakunya kami belum tahu” katanya, Jumat (6/12) siang.

Baca : Menyoal Gus Muwafiq, Kader NU Bentrok dengan Sekelompok Massa di Solo

Baca : Bekas PG Ceper Diincar Investor, Pasok Beton Proyek Tol Joglo

Menurut Arwan, aksi pembakaran dan penurunan itu diketahui warga, Kamis (5/12/) pagi. Warga sekitar tidak mengetahui pelakunya sebab lokasi jauh dari rumah penduduk. Diduga aksi pembakaran dan penurunan spanduk dilakukan tengah malam sebab sore harinya masih terpasang.

Atas aksi itu warga tidak terpengaruh dan tetap tenang. Warga akan membuat gantinya sebab penolakan warga atas rencana kegiatan tambang sudah bulat. Soal intimidasi yang bersifat langsung dan pribadi, kata Arwan, tidak ada.

Suasana masih kondusif dan yang beraksi kemungkinan yang tidak senang. Warga membuat poster dan spanduk sebagai bentuk ekspresi penolakan bukan untuk berbuat anarkistis. Justru aksi penolakan warga yang santun itu terus mendapatkan tambahan dukungan. Dari warga di hilir sungai sisi barat juga memberikan dukungan melalui pesan singkat.

Baca : Saingi Yuni, Joko Suwoto Daftar Cabup PDIP, Pilbup Sragen 2020

Tinggalkan Pesan