Seniman Boyolali Galang Dana Bagi Korban Bencana Juwangi

penggalangan-dana-juwangi

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Sejumlah seniman Boyolali melakukan penggalangan dana di Monumen Susu Tumpah Boyolali Kota, Jumat (6/12). Kegiatan dimaksudkan untuk membantu korban bencana angin puting beliung di wilayah Kecamatan Juwangi.

Aneka hiburan pun disajikan para seniman. Antara lain, musik dangsut, campur sari dan rampak gendang. Selain itu ada pula seni tradisional gedruk yang disajikan para siswa SD di Boyolali Kota.

Di tengah alunan musik maupun pentas seni, sejumlah relawan pun menggalang dana dari para pengguna jalan yang melintas. Dana dikumpulkan dalam kotak kardus. Selanjutnya, dana yang terkumpul dihitung bersama dan dicatat jumlahnya.

Ketua Panitia, Arif Sarjono menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai bentuk simpati terhadap korban bencana angin puting beliug di wilayah Kecamatan Juwangi beberapa waktu lalu. Dimana dalam kejadian itu, sejumlah rumah roboh dan sebagian lagi rusak.

“Saat terjadi bencana Palu dan Maluku beberapa waktu lalu, warga Boyolali pun ikut melakukan penggalangan dana. Kini, yang tertimpa bencana justru warga Boyolali sendiri. Sudah sewajarnya, kami pun ikut menggalan dana,” katanya disela acara.

Dijelaskan, sebenarnya beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan penggalangan dana langsung di wilayah Kecamatan Juwangi. Saat itu terkumpul dana sebesar Rp 24 juta. Ternyata dana tersebut belum cukup untuk membantu membangun rumah yang roboh.

“Makanya, penggalangan dana dilanjutkan di Boyolali Kota ini.”

Seperti diberitakan, bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Juwangi, Jika sebelumnya bencana terjadi di Desa Jerukan, Sabtu (9/11) sore dan Desa Ngaren pada Senin (11/11) pukul 16.00.

Bencana tersebut mengakibatkan dua rumah yang roboh yakni milik Wiro Samidi (80) dan Ngatiman (45), keduanya warga Dukuh Doplang, Desa Ngaren. Satu unit sepeda motor milik Ngatiman juga ikut tertimpa rumahnya yang roboh.

Kemudian, rumah warga lainnya yang roboh yakni milik Waji (42), Ngatimin (51), Kalimin (55), dan Marmin (53), keempatnya warga Kalitlawah. Sedangkan yang rusak berat yakni milik Rukinem (60), Pujiyono (32) dan Rusmen yang juga Kadus Kalitlawah. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun 

Tinggalkan Pesan