Pascabencana Angin Kencang Pracimantoro, Rumah-rumah Diperbaiki

0
bencan-angin-kencang-wonogiri
MEMPERBAIKI RUMAH : Para warga dan aparat bekerja bakti memperbaiki rumah yang rusak diterjang angin kencang di Desa/Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Senin (9/12). (suaramerdekasolo.com/Dok)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Rumah-rumah yang terkena dampak bencana angin kencang di wilayah Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri diperbaiki, Senin (9/12). Rumah-rumah tersebut porak-poranda setelah diterjang angin kencang, Sabtu sore (7/12).

Kerja bakti itu dihadiri oleh kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto, Kasi Tapem Kecamatan Pracimantoro Sutimin, Kepala Desa Pracimantoro Ihsanudin, Batuud Koramil 13/Pracimantoro Pelda Suef, beserta Sertu Sambudi dan Serda Samsu Ashar.

Mereka membantu masyarakat sekitar membersihkan puing bangunan rumah yang rusak. Selain itu memotong dahan-dahan pepohonan yang roboh dan tumbang menghalangi jalan.

Baca : Lagi, Lisus Terjang Sukoharjo

Pelda Suef mengatakan, kerja bakti dilaksanakan di tiga desa terdampak bencana angin kencang. Yakni di Desa Pracimantoro, Wonodadi, dan Kelurahan Gedong.

Bantuan berupa sembako diberikan di setiap desa untuk warga yang bekerja bakti. “Pihak BPBD sudah menyalurkan paket bantuan sembako. bantuan itu ditujukan bagi yang bekerja bakti untuk sekadar membantu mengurangi beban korban angin kencang,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, bencana angin kencang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Wonogiri, Sabtu sore (7/12). Antara lain terjadi di sebagian wilayah Kecamatan Eromoko dan Pracimantoro. Selain itu, tanah longsor juga terjadi tepi jalan Slogohimo-Bulukerto tepatnya di Desa Nadi, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

Baca : Tersandung Video Mesum, Camat Karangtengah Dicopot

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, angin kencang di Kecamatan Eromoko melanda Desa Ngunggahan dan Desa Basuhan.

Adapun angin kencang di Kecamatan Pracimantoro menyebabkan sebuah kandang ayam milik Tumiran roboh. Kandang ayam seluas 7×19 meter dengan tinggi tiga meter itu roboh mengenai bangunan rumah hingga miring. (Khalid Yogi)

Baca : Porang Diekspor ke Jepang dan Tiongkok Harganya Mencapai Rp 65.000/Kg

Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan