Peringati hari Anti Korupsi, Kejari Sukoharjo Turun ke Jalan

kejari-sukoharjo
EMPEL STIKER ; Kasi Intel Kejari Sukoharjo Yohanes Kardinto menempelkan stiker anti korupsi pada sebuah kendaraan yang lewat di depan Kantor Kejari. (suaramerdekasolo.com/Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com  – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia dengan upacara dan bagi-bagi stiker, pin, dan kaos, Senin (9/12). Pembagian stiker, pin, dan kaos tersebut dilakukan pada simpang tiga depan Kantor Kejari.

“Bagi-bagi stiker, pin, dan kaos ini untuk mensosialisasikan anti korupsi sekaligus imbauan dan ajakan pada masyarakat untuk ikut memerangi korupsi,” ujar Ketua Kasi Intel Kejari Sukoharjo, Yohanes Kardinto.

Menurut dia, pencegahan dan pemberantasan korupsi bukan hanya oleh arapat penegak hukum saja. Dibutuhkan peran aktif masyarakat untuk memerangi korupsi. Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Yudhi Teguh Santoso mengatakan, selama tahun 2019 ini Kejari Sukoharjo melakukan penyelidikan terhadap dua kasus korupsi dan empat di antaranya sudah diputus.

Baca : Melawan, Dua Residivis Jambret Di Dor Aparat Satreskrim Polres Sukoharjo

“Dari kasus korupsi tersebut, pengembalian uang ke negara mencapai Rp 224 juta,” ujarnya.

Khusus untuk tahun ini, Kejari Sukoharjo menangani kasus penggelapan dana nasabah dan kredit fiktif di BKK Tawangsari. Dalam kasus tersebut, ada satu tersangka, yakni Puryanti yang juga mantan kasir BKK tersebut. Dari kasus BKK Tawangsari tersebut, nilai kerugian negara mencapai Rp5 miliar. Kasus tersebut saat ini sudah dilimpahkan ke PT Tiikor Jawa Tengah dan menunggu persidangan. (Heru Susilo)

Baca : Anak Tega Habisi Ayah Kandung Di Ngalas Klaten, Penyebabnya Spele

Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan