Juara Dunia Beri Semangat Pemanjat Pemula

alfian-m-fajri2

*Alfian Tunggui Latihan di Manahan

JUARA dunia speed world record Alfian Muhammad Fajri muncul di venue panjat tebing Manahan Solo, Senin (9/12) sore. Kehadiran pemanjat asal Kota Bengawan tersebut mengagetkan sejumlah pemanjat pemula yang sedang berlatih.

Mereka yang sebagian besar berusia sekolah SD dan SMP tersebut, spontan memberi salam. Tak lupa mereka meminta foto bersama dengan sang juara dunia. Orang tua para pemanjat pun turut merasa gembira. Anak-anak yang baru mengenal panjat tebing sekitar tiga bulan itu menjadi lebih bersemangat dalam menjalani program-program latihan.

Baca : Gantolle Jateng Siapkan Alternatif Tempat Berlatih

‘’Ini perkembangan bagus. Karena mereka mengenal panjat tebing sejak dini. Tidak langsung dihadapkan dengan program latihan serius, namun yang penting mereka merasa enjoy dulu dengan poin-poin dan papan panjat,’’ ujar Alfian.

Tak hanya singgah dan menyapa. Atlet 22 tahun tersebut juga turut mendampingi salah seorang pengurus Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta, Teddy Saba yang selama ini terjun langsung membimbing latihan bibit-bibit pemanjat di lapangan.

Dia juga ikut membantu memberi tambahan pengetahuan teknis agar anak-anak selalu memasang dan mengecek peralatan keamanan pemanjatan seperti harnest dan carabiner.

Baca : Raih Pekerjaan Bermodal Olahraga

Memberi Arahan

Tak segan-segan, atlet kelahiran 18 Januari 1997 itu berteriak memberikan arahan posisi dan tekanan kaki saat anak-anak bergiliran merayap di dinding.

alfian-m-fajri2

‘’Gunakan tekanan kaki untuk membantu tubuh naik, agar tangan lebih mudah meraih poin di atas kalian. Ayo terus biasakan, ayo bisa,’’ katanya untuk menambah semangat.

Teddy Saba menyebut kehadiran Alfian sangat dibutuhkan dalam memompa semangat berlatih para pemanjat pemula. Lebih-lebih sang juara dunia dua kali pada disiplin speed world record tersebut memang lahir dan dibesarkan FPTI Surakarta.

‘’Maka kehadiran dia di arena latihan anak-anak, di sela-sela istirahat pelatnas, sangat membantu paling tidak dari sisi mendongkrak mental,’’ ujar Teddy.

Alfian dua kali mengibarkan Merah-Putih pada kejuaraan dunia panjat tebing sepanjang tahun ini. Dia merebut gelar juara dunia speed world record putra di arena IFSC Climbing World Cup Chamonix 2019 di Prancis, 12 Juli lalu. Catatan waktunya adalah 5,764 detik.
Sebelumnya, pada April 2019 Alfian juga menggenggam medali emas speed world record dalam IFSC World Series di Chongqing, Tiongkok. Kala itu, dia mencatatkan waktu 5,970 detik.(Setyo Wiyono)

Baca : Pemanjat Pemula Solo Mulai Dikenalkan Kompetisi

Editor : Budi Sarmun 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here