Rutan Wonogiri Meraih Predikat WBK

penghargaan-rutan-wonogiri
MENERIMA PENGHARGAAN : Kepala Rutan Kelas IIB Wonogiri, Urip Dharma Yoga (kiri) menerima penghargaan dari Menteri PANRB Tjahjo Kumolo di Jakarta, Selasa (10/12). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Wonogiri berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) 2019. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo kepada Kepala Rutan Kelas IIB Wonogiri, Urip Dharma Yoga di Jakarta, Selasa (10/12).

Wonogiri merupakan satu dari enam unit kerja pelayanan di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) di Jawa Tengah yang memperoleh predikat tersebut. Adapun unit kerja pelayanan lainnya adalah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan, Lapas Kelas IIA Sragen, Lapas Kelas IIB Brebes, Kantor Imigrasi Cilacap, dan Kantor Imigrasi Pemalang.

Urip Dharma Yoga melalui Kepala Keamanan Agus Susanto dan Kasubsi Pengelolaan Kepegawaian Haryanta mengungkapkan, beberapa keunggulan Rutan Kelas IIB Wonogiri adalah mampu memberikan layanan masyarakat berbasis Teknologi Informasi (IT) dan Hak Asasi Manusia (HAM). “Kami juga selalu mengirimkan hasil penilaian atau polling dari masyarakat tentang layanan di Rutan Wonogiri ke Kemenkumham,” kata Agus, Rabu (11/12).

penghargaan-rutan-wonogiri2

Ada enam kelompok kerja yang dinilai. Antara lain membuat manajemen perubahan, peningkatan tata laksana, penataan manajemen sumberdaya manusia, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kami terus berupaya meningkatkan enam indikator tersebut. Ini berkat kerja keras dan komitmen seluruh petugas Rutan Wonogiri untuk membangun Zona Integritas menuju WBK, serta bimbingan dari Kanwil Kemenkumham Jateng,” terangnya.

Predikat WBK itu pertama kali diperoleh Rutan Kelas IIB Wonogiri. Pihaknya mampu menyediakan sarana prasarana dan aspek administratif yang sesuai dengan syarat menuju WBK.

Pelayanan di Rutan tersebut sudah berbasis IT dan HAM. Contohnya menyediakan taman bermain anak untuk para pembezuk, ruang laktasi bagi ibu-ibu dan bayinya, fasilitas untuk penyandang disabilitas, dan kamar khusus warga binaan yang lanjut usia (Lansia).

Warga binaan juga bisa mengetahui data-data tentang diri mereka. Cukup dengan menempelkan sidik ibu jari ke alat pemindai. Setelah itu, layar komputer akan menunjukkan data-data diri warga binaan tersebut. Antara lain data tentang masa tahanan dan sisa masa tahanan yang masih harus dijalani. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

 

Tinggalkan Pesan