Alfian Bersepeda Demi Jaga Kondisi

alfian-m-fajri
FOTO DIRI : Alfian Muhammad Fajri. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

ALFIAN Muhammad Fajri ternyata tidak hanya menggeluti panjat tebing dalam aktivitas olahraganya. Atlet asal Solo, pemegang gelar dua kali juara dunia nomor speed wolrd record pada rangkaian Internasional Federation Sport Climbing (IFSC) World Cup tersebut juga menggenjot sepeda.

‘’Saya bersepeda untuk menjaga kondisi fisik, jadi bukan balap sepeda. Maka rutenya juga bukan jarak jauh atau jalur terjal,’’ kata Alfian saat singgah di venue panjat tebing kompleks Stadion Manahan Solo, Rabu (11/12) sore.

Ya, pemanjat 22 tahun yang tercatat sebagai atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta itu, saat ini sedang beristirahat dari kegiatan pemusatan latihan nasional (pelatnas). Sejak pekan lalu, atlet kelahiran Sukoharjo, 18 Januari 1997 tersebut memang pulang ke Solo karena jeda pelatnas. Selama jeda, dia diminta pelatihnya untuk menjaga kondisi termasuk tiga kali dalam sepekan berlatih di papan panjat secara rutin.

Di luar jadwal berlatihnya di papan panjat, dia menambah porsi olahraga dengan bersepeda. Bukan memakai sepeda balap, namun menggunakan mountain bike atau sepeda gunung. Kecepatannya pun tidak seperti pembalap.

 

Ke Pengging

Bagi dirinya, yang penting kebugaran dan kondisi fisiknya tetap terjaga. ‘’Kalau bersepeda, kaki dan lutut kan tetap beraktivitas. Jaraknya tidak terlalu jauh, paling dari Solo ke Pengging,’’ tutur pemuda yang tercatat sebagai warga warga RT 1 RW21 Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon Solo itu.

Sebab, Alfian bersama pemanjat juara dunia asal Grobogan Aries Susanti Rahayu dijadwalkan kembali lagi masuk pelatnas pada Januari mendatang. Keduanya akan disiapkan untuk kembali mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 pada Maret atau April mendatang.

‘’Persaingan untuk bisa masuk sebagai peserta kualifikasi menuju Tokyo 2020 saja sudah berat, apalagi untuk mendapatkan tiket Olimpiade 2020 itu. Meski demikian, segala kemampuan akan berusaha saya maksimalkan pada kualifikasi terakhir nanti,’’ ujar Alfian.

Atlet berpostur tinggi 167 centimeter itu telah dua kali mengibarkan Merah-Putih pada kejuaraan dunia panjat tebing sepanjang tahun ini. Dia merebut gelar juara dunia speed world record putra di arena IFSC Climbing World Cup Chamonix 2019 di Prancis, 12 Juli lalu. Catatan waktunya 5,764 detik.

Alfian sebelumnya juga menggenggam medali emas speed world record dalam IFSC World Series di Chongqing, Tiongkok pada April 2019. Catatan waktunya di Tiongkok 5,970 detik.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun 

 

 

Tinggalkan Pesan