Nurhayati, Pembunuh Anggota DPRD Sragen Divonis 15 Tahun Penjara

sidang-pembunuhan-anggota-dprd-sragen
MENJALANI SIDANG : Terdakwa kasus pembunuhan terhadap anggota DPRD Kabupaten Sragen menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri, Kamis (12/12). (suaramerdekasolo.com/Dok)
WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Nurhayati (41) terdakwa kasus pembunuhan terhadap Sugimin, anggota DPRD Kabupaten Sragen akhirnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Adapun suaminya, Nurwanto (42) juga dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri, Kamis (12/12).

Ketua Majelis Hakim yang dipimpin Dwiyanto dengan anggota Bunga Lily dan Anita Zulfiani memutuskan kedua terdakwa bersalah dalam kasus tersebut. “Memutus bersalah terdakwa Nurhayati dengan menjatuhkan pidana penjara 15 tahun dipotong masa tahanan,” kata Dwiyanto.
BACA : Polres Klaten Rencanakan Reka Ulang Kejadian, Kasus Anak Bunuh Ayah Ngalas


Dia divonis penjara sesuai pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Demikian juga dengan Nurwanto yang dijatuhi vonis 10 tahun penjara.

Beberapa hal yang meringankan terdakwa antara lain menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada keluarga korban, belum pernah dihukum, dan memiliki anak yang masih berusia sembilan tahun.

Setelah mendengarkan vonis tersebut, Nurhayati yang didampingi pengacara Edi Susanto dan Nurwanto didampingi pengacara Andreas Ganis Wibowo akhirnya menerima keputusan hakim. Demikian juga dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bagus Mulyono yang menerima keputusan majelis hakim.

Vonis hakim itu lebih ringan dari pada tuntuan jaksa, Sebelumnya, jaksa menuntut Nurhayati dengan hukuman 16 tahun penjara. Adapun Nurwanto dituntut 12 tahun penjara.
BACA : Terperosok Jurang Dua Pengendara Tewas, Diduga Mabuk

Sebelumnya diberitakan, keduanya ditangkap polisi karena diduga membunuh korban dengan memasukkan racun tikus ke dalam kapsul obat diare, April lalu.

Korban sempat dibawa ke RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Namun, dokter rumah sakit tersebut menemukan kejanggalan sehingga menyarankan agar korban diotopsi. Hasil otopsi di RSUD Moewardi Surakarta menunjukkan adanya kandungan racun dalam darah korban.

Polisi kemudian menyelidiki dan menahan Nurhayati dan Nurwanto sebagai tersangka. Nurhayati nekat meracuni korban karena terus menerus dimintai uang untuk mencalonkan diri saat Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu. Korban juga mengancam akan menculik anak tersangka yang saat itu masih kelas 3 SD. (Khalid Yogi)
Editor : Budi Sarmun 

Tinggalkan Pesan