Dua Proyek DPRUPR Karanganyar Diberi Perpanjangan Waktu, Akselerasi Berhasil

proyek-jalan-lawu-utara
PROYEK JALAN LAWU – Proyek jalan utama Lawu yang terus dikebut agar selesai pada saat habis tahun anggaran 20 Desember 2019. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Akselerasi pengerjaan proyek yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar berhasil. Meski pengerjaan proyek terlambat karena ada regulasi PP baru dan dari Kemen-PU, sehingga proyek molor sekitar dua bulan karena ada penyesuaian regulasi baru, namun sekitar 140-an proyek tuntas.

‘’Ada dua yang terpaksa tertinggal, meski ini ada waktu seminggu karena batas akhir nanti 20 Desember, namun sudah pasti dua proyek itu tidak akan selesai tepat waktu. Yakni pembangunan gedung Kecamatan Jatiyoso an Mojogedang,’’ kata Edy Sriyatno, Kadis PUPR, Jumat.

Dua rekanan yang menggarap proyek itu terpaksa akan diberi tambahan perpanjangan waktu, sekitar 50 hari untuk menyelesaikan tugasnya. Sebab ada itikad baik dari rekanannya, untuk menyelesaikan pekerjaan yang tinggal finishing saja.

Rekanan itu diminta sisa waktu seminggu ini untuk mengejar proses pengatapan gedung, sehingga nanti jika ada waktu perpanjangan sudah betul-betul tinggal finishing, dan pengerjaan di dalam gedung saja tidak terganggu meski hujan.

Sebab perpanjangan waktu dipastikan pada bulan Januari sehingga jika atap belum terpasang maka hujan yang diprediksi sudah terjadi saban hari akan menjadi kendala. Karena itu proses pemasangan atap menjadi sangat penting dan dua rekanan menyanggupi.

Sungguhpun demikian, denda setiap hari 1 permil akan tetap diberlakukan, sambil menyelesaikan pekerjaan sisa. Kalau dua proyek itu misalkan nilainya sampai Rp 5 miliar, maka dendanya satu hari Rp 5 juta, masuk ke kas negara.

‘’Itu masih mending daripada kita setop proyeknya karena dinilai wanprestasi, sehingga uang jaminan senilai 5 persen dari proyek dicairkan oleh negara, dan denda 5 persen dari nilai proyek, serta diblack list delama dua tahun tidak boleh ikut tender proyek di Pemkab, akan lebih berat,’’ kata Edy.

Karena melihat kesungguhan dari rekanan penggarap proyek, dan pertimbangan waktu pengerjaan yang memang mepet karena baru pada APBD proyek itu dianggarkan dan dimulai sehingga waktu pengerjaan memang mepet, dan ada niatan rekanan menyelesaikan proyek itu yang memang tinggal sedikit sehingga diberi perpanjangan.

Yang jelas seluruh proyek tuntas, pengerjaan yang diakselerasi dengan cara membagi proyek dengan beberapa rekanan, akhirnya semua tuntas.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

 

Tinggalkan Pesan