Guru PAUD Diajak Tingkatkan Aktivitas Motorik Anak

aktivitas-motorik-lppm-uns
AKTIVITAS MOTORIK: sistem pendidikan PAUD diarahkan untuk mengedepankan aktivitas motorik anak. (suaramerdekasolo.com/dok)
SOLO,suaramerkdekasolo.com – Pemahaman guru PAUD mengenai aktivitas motorik anak sangat penting.  Sebab dalam masa pertumbuhannya, anak sangat memerlukan ruang dan kesempatan untuk bebas bergerak. 
 
Berangkat dari pemikiran tersebut, Pusat Studi Jepang  (PSJ) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta 
PSJ LPPM UNS sangat menaruh perhatian terhadap pola didik PAUD di Indonesia. 
 
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNS
 Murni Ramli mengemukakan, selama ini pola pendidikan PAUD di Indonesia dinilai belum memberikan kesempatan dan ruang bagi anak untuk melakukan aktivitas fisik secara bebas.
 
“Sejak tahun 2013 kami sudah melakukan penelitian terhadap perilaku dan aktivitas motorik anak yang telah diterapkan oleh Jepang. Dari hasil penelitian tersebut, beberapa diantaranya telah disosialisasikan kepada PAUD yang ada di Klaten, Sukoharjo, Salatiga, dan Surakarta melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat sejak 2014,” ujar Murni Ramli.
 
Dikemukakan, untuk menyosialisasikan aktivitas motorik anak kepada guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), PSJ LPPM UNS menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa “Workshop Sosialisasi Practical Knowledge”. 
 
Kegiatan tersebut digelar secara terpisah di dua lokasi. Lokasi pertama, Tim P2M PSJ LPPM UNS mengunjungi KB-TKI Azzahra yang terletak di Kelurahan Pajang. Kemudian, Tim P2M PSJ LPPM UNS melanjutkan kunjungannya ke KBIT RA Permata Hati yang terletak di Kecamatan Jebres, Surakarta.
 
Tim P2M PSJ LPPM UNS yang terdiri dari Murni Ramli, Dyah Yuni Kurniawati, dan Teguh Endah Saraswati, Ph. D secara intens dan terukur telah melakukan workshop mulai dari tanggal 31 Agustus 2019 hingga 12 Desember 2019.
 
Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Tim P2M PSJ LPPM UNS berharap agar guru-guru PAUD di Kota Surakarta dan sekitarnya dapat memahami aktivitas motorik anak sejak usia dini.

 

Tinggalkan Pesan