Pengawas Pemilu Melek Media Sosial

0
sosok-arif-nuryanto
FOTO DIRI : Komisioner Bawaslu Kota Surakarta Bidang Sengketa, Arif Nuryanto. (suaramerdekasolo.com/dok)

BERTUGAS sebagai salah satu anggota komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu baik pemilihan presiden, gubernur, DPR/DPRD dan wali kota menjadi kesibukannya sekarang ini.

Padahal Arif Nuryanto bisa dibilang tidak dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan tersebut. Lulusan fakultas teknik sebuah kampus swasta di Kota Solo ini, malah semula terjun di dunia jurnalistik sebagai reporter televisi lokal.

Berkecimpung di dunia jurnalistik, dari satu daerah ke daerah lain, dari satu bidang ke bidang lain membuatnya kenyang makan asam garap dunia tersebut.

Setelah marem dengan profesi yang mengandalkan pekerjaan lapangan ini. Sosok yang tinggal di Kelurahan Purwosari, Laweyan ini lalu mencari peruntungan dengan mendaftarkan diri sebagai pengawas kecamatan di daerahnya.

Setelah melalui serangkaian tes, Arif sapaanya dinyatakan lulus dan menjalani tugas mulia itu mengawal serangkaian pemilihan umum.

Baru pada beberapa tahun ini, pria yang yang supel dan dekat dengan awak jurnalis ini menjadi salah satu bagian dari Bawaslu Kota Surakarta dan mendapat amanah memegang posisi Bidang Sengketa.

Meski bidang tersebut bukan merupakan keahliannya karena latar belakangnya adalah di bidang teknik sipil dan kewartawanan. Namun profesi itu sudah sudah dijalankan sempurna saat perhelatan pilpres dan pileg secara langsung April 2019 lalu.

Kini Arif bersama rekan komisioner bawaslu bakalan menghadapai pelaksanaan pemilihan wali kota wakil wali kota Solo secara langsung sepanjang 2020.

Sebagai anggota komisioner termuda, Arif mengaku tertantang dengan pesta demokrasi lima tahunan di tempat tinggalnya itu. Ia mengaku bersemangat menjemput tugas pengawasan ke depan.

“Saya sangat antusias, langkah pertama ini adalah penyelesaian perekrutan anggota pengawas kecamatan,” katanya kepada Suara Merdeka akhir pekan lalu.

Manfaatkan Medsos

Arif menegaskan, anggota komisioner dan turunannya yakni pengawas kecamatan hingga kelurahan dan tingkat tempat pemungutan suara (TPS) hari memiliki kemampuan dunia digital secara baik.

Para pengawas ini harus familier dengan internet, bahkan media sosial (medsos). Salah satu tes yang diikuti panitia pengawas kecamatan adalah ujian dalam jaringan (internet).

“Kami akui medsos menjadi bagian dari hidup masyarakat kita. Bahkan informasi teraktual saat ini langsung dituangkan di medsos, dan harapan kami para pengawas sudah terbiasa dengan medsos ini dan cara bijak memakainya,” katanya.

Dikatakan, pengawas saat bertugas kelak akan mendapatkan informasi yang beraneka ragam, baik berkait informasi tentang pemilu dan berbagai hal tentang pelaksanaan pemilu.

“Nah, tugas pengawas harus bisa memilah dan memilih informasi ini, mana yang benar, mana yang hoax,” katanya.

Di Bawaslu Kota sendiri, keberadaan media sosial juga dimanfaatkan untuk melakukan sosialisasi-sosialisasi. Saat ini bawaslu sudah memiliki portal sendiri, fanpage (facebook), instagram, youtube, twiter, dan lain-lain yang bisa diakses warga dan calon pemilih. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

 

Tinggalkan Pesan