Diduga Tanah Amblas Di Manyaran Wonogiri Karena Ada Sungai Bawah Tanah

tanah-amblas-manyaran
TANAH AMBLAS : Warga melihat tanah yang amblas di Dusun Jetis Kidul RT2 RW2 Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Kamis (19/12). (suaramerdekasolo.com/dok)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com –  Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng telah memeriksa lokasi tanah amblas di Dusun Jetis Kidul RT2 RW2 Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jumat (20/12). Sejumlah pihak menduga, terdapat sungai bawah tanah di bawah lokasi tersebut.

Kepala Desa Bero, Roh Edy Wibowo mengungkapkan, kemungkinan adanya sungai bawah tanah di lokasi amblas itu ditandai dari arah aliran air hujan. Air hujan mengalir masuk ke dalam lubang yang tercipta dari tanah amblas. Air tersebut langsung menghilang begitu masuk ke dalam lubang.

Bahkan, material tanah yang amblas ikut larut masuk ke dalam lubang. “Siang tadi Dinas ESDM Jateng sudah memeriksa lokasi. Kemungkinan ada sungai bawah tanah. Soalnya, air hujan yang masuk lubang langsung menghilang. Tapi itu baru perkiraan, masih perlu dikaji lagi,” katanya, Jumat (20/12).

Dia mengungkapkan, peristiwa tanah amblas sebenarnya juga pernah terjadi tahun 2015 silam. Namun, tanah yang amblas saat itu tidak terlalu dalam, hanya sekitar dua meter. “Lokasinya sama dengan yang sekarang. Daerah ini sebenarnya datar, tidak miring, dan sepertinya sudah di luar kawasan karst,” imbuhnya.

Perlu diketahui, sebidang tanah di Dusun Jetis Kidul RT2 RW2 Desa Bero amblas, Kamis (19/12). Tanah tersebut amblas hingga kedalaman 16 meter. Adapun lebarnya delapan meter dan panjang mencapai 18 meter. Selain itu, rekahan tanah terjadi di sekitar lokasi tanah amblas.

Rekahan tanah itu melewati sebelas rumah. Lantai di salah satu rumah mengalami penurunan. Pihaknya telah mengimbau warga untuk meninggalkan rumah, terutama ketika hujan turun. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

 

Tinggalkan Pesan