Ini Aksi Bedah Rumah ala Relawan Kompak

0
bedah-rumah-asri-boyolali
ASRI: Rumah tembok milik Juwedi hasil kerjakeras relawan Kompak dan masyarakat nampak asri. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Nasib baik berpihak pada juwedi (17)dan ibunya, Sukamti (65) warga Dukuh Malibari, Desa Ngargoloko, Kecamatan Gladagsari. Rumah berdinding bambu miliknya kini disulap menjadi rumah permanen berdinding tembok.

Tak hanya itu saja, rumah berukuran 7 X 9 meter itupun juga sudah dilengkapi aliran listrik. Rumah memiliki tiga kamar tidur, dapur dan kamar mandi. Rumah sekaligus dijadikan warung sembako.

Rumah beratap asbes tersebut juga sudah diplafon. Di bagian luar rumah, terdapat kandang kambing. Di bagian depan dibuat terasering karena letak rumah lebih tinggi dibandingkan jalan di depannya.

Ya, rumah itu adalah hasil atau kerja keras relawan yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Untuk Kemanusiaan (Kompak) Kecamatan Ampel bersama Pemerintah Desa Ngargoloko dan masyarakat setempat.

“Termasuk peran serta tokoh masyarakat dan pengusaha. Total biaya rehab rumah itu Rp 96,675 juta,” ujar Ketua Kompak, Budiyono alias Gogon Irama.

Dijelaskan, rehab rumah dilakukan mengingat keluarga Sukamti adalah warga tidak mampu. Rumahnya tidak layak huni. Pendapatan keluarga bahkan sering tidak cukup untuk memberi makan keluarga.

“Selama ini, mereka hanya mengandalkan pada Juwedi yang bekerja serabutan,” katanya disela penyerahan rumah tersebut, Minggu (22/12).

Selain itu, Juwedi sekeluarga juga diberikan modal untuk membuka warung sembako sederhana senilai Rp 5 juta. Bahkan, disiapkan pula dana tambahan Rp 12 juta selama setahun yang akan dicairkan selama empat kali.

“Kami juga akan memantau perkembangan toko selama sebulan. Jika tak bisa berkembang akan diarahkan pada pekerjaan lainnya.”

Anggota FPDIP DPRD Boyolali, Dwiadi Agung Nugroho menyambut positif peran aktif masyarakat dan relawan Kompak yang bersama- sama membantu rehab rumah milik Sukamti. Diharapkan, rumah bisa awet sebagai tempat tinggal.

“Bentuk kegotongroyongan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meringankan beban warga tidak mampu.”

Kades Ngargoloko, Jarwanto menambahkan, pihaknya membantu dana Rp 10 juta dari anggaran desa tahun 2019. “Selain itu, kami juga menyiapkan sepetak lahan garapan secara gratis bagi Juwedi. Sehingga tanah bisa digunakan untuk bertani.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan