Hunian Tiga Keluarga Nglegok Ngaroyoso Disarankan Direlokasi

0
longsor-nglegok-ngargoyoso
LONGSOR : Kalakhar BPBD Jateng Sudaryanto dan rombongan, meninjau lokasi tanah longsor di Dusun Dederan RT 2 RW 5 Desa Nglegok, Kecamatan Ngargoyoso, Rabu (25/12). (suaramerdekasolo.com/dok)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Hunian tiga keluarga yang terdampak tanah longsor di Dusun Dederan RT 2 RW 5 Desa Nglegok, Kecamatan Ngargoyoso, disarankan direlokasi ke tempat lain yang aman dari ancaman longsor.

Tiga keluarga tersebut adalah Nur Muhammad Kholif dengan tiga anggota keluarganya, Warso dengan empat anggota keluarganya, serta Ny Darmo dengan empat anggota keluarganya.

Empat belas jiwa tersebut, saat ini mengungsi ke rumah kerabatnya, setelah terjadi tanah longsor pada Senin (23/12) pukul 05.30. Akibat peristiwa itu, dapur rumah Nur Muhammad Kholif.

Keluarga Warso dan Ny Darmo ikut diungsikan ke rumah kerabat, karena rumah mereka berada di zona berbahaya. Sedangkan keluarga Ny Haryatmi dengan satu anggota keluarga, meski rumahnya berada di area berbahaya dan terancam pergerakan tanah, sejauh ini masih belum mengungsi.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno mengatakan, saran agar hunian tiga keluarga terdampak longsor direlokasi disampaikan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jateng Sudaryanto saat meninjau lokasi bencana, Rabu (25/12).

“Kalakhar BPBD Jateng menyarankan, agar relokasi didanai APBD Karanganyar. Sebab dana provinsi bisa digunakan jika relokasinya lebih dari lima keluarga,” kata Hendro, usai mendampingi kunjungan Kalakhar BPBD Jateng.

Dikatakan juga, hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak longsor bisa dibangun di tanah kas desa milik pemerintah desa setempat.

“Kalakhar BPBD Jateng juga memberikan arahan, agar Pemkab Karanganyar berkomunikasi dengan tim geologi dari universitas. Bisa UGM atau UNS, untuk mendeteksi apakah tanah di sekitar area yang longsor ada kemungkinan longsor lagi atau tidak,” tuturnya.

Sebab pada Selasa (24/12) malam, sempat terjadi longsor susulan di dekat rumah Nur Muhammad Kholif. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan