Kabupaten Pati Terus Berburu Investasi

0
asita-jateng
BERBINCANG : Wakil Bupati Pati Saiful Arifin berbincang dengan wakil ketua Asita Jawa Tengah Daryono di Hotel Safin Pati, baru-baru ini.

PATI,suaramerdekasolo.com – Kabupaten Pati terus berburu investasi di segala sektor. Kemudahan perizinan, upah pekerja yang tidak begitu tinggi, dan lahan yang masih relatif murah menjadi “iming-iming” bagi para investor untuk menanamkan modalnya di kabupaten tersebut.

Wakil Bupati Saiful Arifin mengatakan, Pemkab baru saja menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan investor dari Korea yang berminat membangun pabrik sepatu di kabupaten tersebut.

Beberapa bulan sebelumnya Pemkab Pati juga menandatangani LoI dengan sejumlah perusahaan di sektor sandang, perikanan, dan lainnya.

“Kami terus memburu investasi dari perusahaan-perusahaan padat karya untuk mrnciptakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat Pati,” kata Wabup yang akrab disapa Safin.

Hal itu dikatakan ketika menerima sejumlah wartawan dari Solo yang melakukan kunjungan di Kabupaten Pati, belum lama ini.

Kunjungan ke sejumlah daerah di pantai utara Laut Jawa itu, seperti Kudus, Pati, dan Lasem (Rembang) yang difasilitasi wakil ketua Jawa Tengah Daryono itu untuk mengetahui potensi ekonomi dan pariwisata.

Selain padat karya, Pemkab Pati juga berburu investor guna pengembangan sektor pariwisata. Wabup Safin mengaku tidak percaya diri untuk menjual destinasi wisata dan atraksi wisata pada wisatawan nusantara bahkan asing. Menurut dia, destinasi wisata di Pati yang jumlahnya cukup banyak itu masih sebatas untuk konsumsi wisatawan lokal. Demikian juga dengan atraksi wisatanya.

Investasi Yang Sama

Ia mengatakan, untuk menarik wisatawan nusantara atau bahkan wisatawan mancanegara, perlu dibangun destinasi wisata buatan sekelas Jatim Park dan menggelar atraksi spektakuler. Kalau berjualan kuliner okelah, sebab di Pati ada nasi gandul dan kopi dengan berbagai jenisnya yang bisa dijual ke wisatawan nusantara.

“Saya bercita-cita, Pati punya venue yang mampu menampung sekitar 2.500 orang untuk mendukung event MICE berskala nasional dan internasional. Sebab wisatawan yang berkunjung di Pati lebih banyak untuk kebutuhan MICE dari pada hanya berwisata dan jalan-jalan,” kata koordinator IHGM (Indonesian Hotel General Manager) Karesidenan Pati itu.

Dalam perjumpaan dengan sejumlah wartawan, Wabup Safin juga menyampaikan keinginannya agar pemerintah pusat lebih banyak lagi menggelontorkan dananya ke Pati. Bahkan dia berani bertaruh, jika Pati dan Solo diberi anggaran yang sama dari pusat, Pati tidak kalah dibanding Solo, sebab banyak potensi yang bisa digarap di Pati. Luas wilayah, jumlah penduduk, dan potensi alam menjadi kelebihan.

“Dalam sejarah peradaban manusia di dunia, daerah pesisir di pinggir laut itu jauh lebih maju ketimbang di pedalaman atau pegunungan. Ke depan, kami akan membuktikan bahwa Pati bisa maju seperti kota di pesisiran lainnya,” pungkasnya.(Vladimir Langgeng)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan