Hore, Insentif Guru Honorer Wonogiri Naik Jadi Rp 725.000/Bulan

0
honor-guru-gtt
MENGIKUTI SARASEHAN : Para GTT dan PTT mengikuti sarasehan bersama Bupati Wonogiri di pendapa Kabupaten Wonogiri, Kamis (26/12). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Wonogiri tahun 2020 mendatang akan menaikkan insentif guru honorer atau Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) sekolah. Insentif GTT yang semula hanya Rp 500.000 per bulan akan dinaikkan menjadi Rp 725.000 per bulan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri Yuli Bangun Nursanti mengungkapkan, selain GTT, insentif PTT juga akan dinaikkan. “Insentif PTT yang semula hanya Rp 325.000 per bulan akan dinaikkan menjadi Rp 525.000 per bulan,” katanya usai menggelar sosialisasi dan sarasehan GTT dan PTT bersama Bupati Wonogiri di pendapa kabupaten tersebut, Kamis (26/12).

Baca : Guru Honorer di Atas 35 Tahun Minta Diprioritaskan Jadi P3K

Untuk meningkatkan insentif GTT dan PTT itu, Pemkab Wonogiri telah menaikkan anggarannya. Pemkab yang semula mengalokasikan sebesar Rp 21 miliar, kini menambah dana sebesar Rp 7 miliar, sehingga total alokasi APBD untuk memberikan insentif GTT dan PTT selama 2020 mendatang menjadi Rp 28 miliar.

Peningkatan insentif itu untuk menaikkan harkat dan martabat GTT dan PTT. Jumlah GTT Kabupaten Wonogiri yang akan menerima insentif tersebut saat ini sebanyak 2.513 orang. Adapun jumlah PTT yang akan menerima insentif sebanyak 1.111 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, para guru dan pegawai di lingkungan sekolah sangat menentukan pembentukan sumberdaya manusia. Namun, penghasilan mereka yang minim menuai keprihatinan.

Baca : Menilik Semangat Ibu Desi, Agen Literasi Digital Asal Kebumen

Oleh karena itu, Pemkab berupaya melakukan efisiensi di beberapa bidang agar bisa mengalokasikan dana untuk menambah insentif bagi GTT dan PTT. “Beban perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sudah dibagi dengan pemerintah desa, sehingga ada efisiensi sekitar Rp 37 miliar. Kami memperjuangkan efisiensi itu agar bisa menambah insentif untuk GTT dan PTT,” terangnya.

Namun, beban anggaran Pemkab Wonogiri tahun 2020 mendatang juga bertambah karena adanya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang menelan biaya hingga Rp 44 miliar. Meski demikian, Pemkab tetap berupaya agar kesejahteraan GTT dan PTT bisa meningkat. (Khalid Yogi)

Baca : Tak Selenggarakan Pilkada pada 2020, Bawaslu Karanganyar Ikut Awasi Pilkada Subosukawonosraten

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan