Kasus Gugatan Jadi Evaluasi, Pengisian 182 Kursi Perangkat Desa Klaten Kosong

0
gugatan-perdes-juwiran-juwiring-klaten
BALAI DESA: Balai Desa Juwiran, Kecamatan Juwiring yang pernah terjadi gugatan berada di tepi jalan di Kecamatan Juwiring. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com -Jumlah kekosongan kursi perangkat desa (perdes) di Kabupaten Klaten sampai tahun 2019 mencapai 182 orang. Pemkab sedang mempersiapkan pengisian yang rencananya akan dilaksanakan tahun 2020.

Menurut Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Pemkab Klaten, Roni Roekmito mengatakan data terakhir jumlah kursi perangkat desa yang kosong sebanyak 182 orang. Jumlah itu masih bisa bertambah atau berkurang sebab persiapan pengisian masih dalam proses.

”Sampai saat ini ada 182 yang kosong. Inipun sedang kita kaji,” jelas Roni, Jumat (28/12).

Menurut Roni dari jumlah itu masih dicermati sebab dari jumlah itu ada yang satu desa mengalami kekosongan enam kursi. Jumlah sebanyak itu bisa jadi tidak hanya kosong tetapi yang mutasi ke jabatan lain dimasukan. Hal semacam itulah yang akan didalami Pemkab sebelum pelaksanaan. Jadwal pengisian masih dibicarakan, termasuk Peraturan Bupati sebagai dasar pelaksanaan masih dievaluasi.

Yang jelas akan dilaksanakan tahun ini juga sebab saat ini masih menunggu petunjuk pimpinan. Pengisian perangkat desa dengan metode massal baru sekali tahun 2018 dilaksanakan dengan jumlah kursi sampai 900 lebih. Beberapa kejadian gugatan perdata terjadi setelah pelsakananya.

Munculnya gugatan itu akan dijadikan bahan evaluasi pelsakanaan tahun depan. Di banyak kasus gugatan dimenangkan pemerintah. Hanya di Desa Juwiran, Kecamatan Juwiring peserta menang di tingkat peninjauan kembali (MK) dari Mahkamah Agung. Itu saja di tingkat banding PT TUN, pemerintah desa menang.

Persoalan Nilai

Beberapa gugatan yang terjadi, kata Roni, hampir semua disebabkan karena persoalan nilai dari pelaksana seleksi yaitu perguruan tinggi yang ditunjuk.

Tinggalkan Pesan