Dorong Perkembangan Pertanian, Pemkab Wonogiri akan Bangun Sumur-sumur Pantek

0
sumur-pantek-wonogiri
MENYERAHKAN BANTUAN : Pasiter Kodim 0728/Wonogiri Kapten Inf Moch Sambudi menyerahkan bantuan kepada petani di pendapa Kabupaten Wonogiri, Sabtu (29/12). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Wonogiri tahun 2020 mendatang akan membangun sumur-sumur pantek. Hal itu dilakukan untuk mendorong perkembangan pertanian dan agroculture di kabupaten tersebut.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, pihaknya ingin mengembangkan agropertanian.

“Untuk mendukung agropertanian, pada 2020 kami akan menganggarkan dana untuk pembuatan sumur-sumur pantek dan pendataan lahan pertanian,” katanya saat pembinaan dan penyerahan bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) di pendapa Kabupaten Wonogiri, Sabtu (28/12).

Dia menerangkan, pihaknya akan memberikan bantuan alat petani. Sehingga dalam satu tahun akan ada ratusan alat pertanian yang akan diberikan. Hal itu sebagai salah satu usaha pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan petani.

Pemerintah juga akan mengadakan evaluasi pertanian supaya alat bantuan bisa lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi petani.

Menurutnya, masih sangat susah memberikan penyuluhan kepada petani untuk menanam produk holtikultura. Oleh karenanya dia berharap para kelompok tani saling berdiskusi dalam pengembangan pertanian agar program-program pertanian dari pemerintah dilaksanakan, sehingga mereka menjadi petani potensial. Selain itu tanah puso bisa diminimalisasi.

Kegiatan itu juga dihadiri Pasiter Kodim 0728/Wonogiri Kapten Inf Moch Sambudi, Wakil Komisi 2 DPRD Wonogiri Siti Hardiyani, kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan & Pangan) Wonogiri Safuan, penyuluh Kecamatan se-Wonogiri, dan ketua Gapoktan Se- Wonogiri.

Safuan mengatakan, alat pertanian yang dibagikan berupa handtractor, pompa air, hand sprayer, dan rice transplanter.

“Dalam mewujudkan swasembada pangan dan kemandirian pangan serta kedaulatan pangan, di tahun 2015 lalu Kementerian Pertanian melakukan MOU dengan TNI AD khususnya didalam menyukseskan program upaya khusus paxibjagung kefelai (Upsus Pajale),” katanya.

Sasaran Upsus Pajale di tahun 2019 ini seluas 8.078 hektar. Sampai saat ini pelaksanaannya di perkirakan mencapai 95%. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan