Bangun Perumahan Bangun Sinergi, Refleksi Akhir 2019 REI Komisariat Surakarta

anthony-Abadi-Hendro
FOTO DIRI : Ketua Real Estate Indonesia Komisariat Surakarta,Anthony Abadi Hendro

Oleh : Anthony Abadi Hendro*

DALAM menjalankan roda organisasi dan roda bisnis, Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Surakarta bersama para pengembang yang menjadi anggotanya tidak bisa berjalan sendiri, harus bergerak bersama. Apalagi REI tidak hanya melulu mengurusi bisnis, tapi juga mengemban misi sosial.

REI dan para pengembang juga tidak bisa sak karepe dewe. Sebab, di sana ada konsumen atau pembeli, ada perbankan yang menjadi mitra, ada pemerintah yang membuat regulasi sekaligus menjadi mitra, kelompok masyarakat yang membutuhkan CSR, serta organisasi, lembaga, atau kelompok lainnya yang kegiatannya berdampak pada REI secara organisasi maupun bagi para pengembang anggotanya. Urusan perumahan tidak hanya sebatas penyediaan tempat tinggal tapi juga menyangkut pengentasan kemiskinan dan pertumbuham ekonomi.

Nah, di akhir 2019 ini, Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Surakarta mencoba melakukan refleksi dan merekapitulasi apa yang telah dilakukan selama setahun ini. Meminjam istilah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), refleksi adalah gerakan, pantulan di luar kemauan (kesadaran) sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar.

Masukan-masukan dari konsumen, rekanan bisnis, pembuat kebijakan dan masyarakat luas, ke depan akan diolah menjadi luaran bagi REI Komisariat Surakarta agar dapat memberi layanan lebih maksimal, bagi masyarakat Solo dan sekitar.

Kepada konsumen, REI Komisariat Surakarta dan para pengembang mencoba memanusiakan konsumen atau dalam istilah Jawa “Nguwongke”, selain tetap terus profesional. Di situ, REI dan pengembang dituntut tidak sekadar mendengarkan apa maunya konsumen, apa keluhan konsumen. Tapi, REI juga dituntut untuk tidak memaksakan kehendak kepada konsumen dalam membangun dan menjual rumah.

Tinggalkan Pesan