Korupsi Dana Milik Desa, Joko Sarjono Mantan Kades Tanjungsari Banyudono Ditahan Kejaksaan

0
kades-tanjungsar-banyudono-boyolali
DITAHAN: Tersangka Joko Sarjono dikawal petugas Kejari untuk ditahan ke Rutan Boyolali.(suaramerdekasolo.com/Joko Mur)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali resmi menetapkan mantan Kades Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Joko Sarjono sebagai tersangka kasus korupsi dana milik desa. Selanjutnya, tersangka ditahan selama 20 hari ke depan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Menurut Kajari Boyolali, Prihatin SH, penetapan selaku tersangka merupakan tindak lanjut penyidikan beberapa waktu lalu. Selanjutnya, pihaknya memanggil Joko Sarjono selaku saksi untuk diperiksa lebih lanjut.

Dimana hasil pemeriksaan oleh tim Kejari, berhasil diperoleh alat bukti yang cukup. Antara lain, keterangan saksi dan keterangan saksi ahli dari Inspektorat Boyolali. Hasil penghitungan tim ahli, ada kerugian negara sebesar Rp 1,320 miliar.

Baca : Camat Nogosari Minta Perdes Baru Ikuti Perkembangan Zaman

Dana tersebut merupakan hasil ganti rugi tanah kas desa yang terkena proyek tol. Total ganti rugi sebesar Rp 12,5 miliar. Uang ganti rugi digunakan untuk membeli tanah kas pengganti sebesar Rp 10,6 miliar.

“Sisa uang digunakan untuk kepentingan pribadi,” katanya kepada wartawan, Kamis (02/01/2020)

Ganti Rugi Kas Desa

Adapun pasal yang dikenakan kepada tersangka, lanjut Kajari, adalah Pasal, 2 dan pasal 3 UU Tipikor 31/1999. Dengan ancaman hukuman, untuk pasal pasal dua minimal 4 tahun. Sedangkan pasal 3, minimal 1 tahun.

Baca : Ini Aksi Bedah Rumah ala Relawan Kompak

“Terkait hal ini, dimungkinkan bakal ada tersangka lain. Kami bersama tim Kejari masih melakukan pendalaman lebih lanjut.”

Tinggalkan Pesan