Beri Kesempatan Anak Milenial

figur-tony-indranada
FOTO DIRI : Tony K Indranada, direktur utama PT Gujati 59 Utama. (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

DI nomer telepon/whatsapp milik Tony K Indranada tertulis ngopi, betemen, dan menghormati orang baik. Makanya, mantan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu masih tetap segar dan bugar, meski usianya sudah lebih dari 65 tahun.

Sebab, dia selalu gembira, senang jalan-jalan, dan banyak teman. “Apa sih yang dicari dalam hidup di dunia ini,” kata lali-laki berkaca mata yang akrab disapa Tony itu, Sabtu (4/1).

Sejak pertengahan Oktobet tahun lalu, Tony menjabat sebagai direktur utama PT Gujati 59 Utama, menggantikan Agung Sushena yang kini sudah tidak aktif. Sebelumnya, Tony menjabat sebagai komisaris utama. Dia mengaku, jabatan itu sebagai amanah yang harus dijalankan.

“Sebenarnya, latar belakang saya itu mesin, bukan pertanian, bukan jamu,” kata bapak dua anak itu.

Tony melihat, para pekerja tidak hanya sebagai aset perusahaan saja, tapi juga sebagai keluarga besar yang harus dijaga kebersamannya. Karena itu, mereka juga harus dimanusiakan. Tony nyaris tidak pernah marah ketika melihat ada pekerjanya melakukan kesalahan.

Dia lebih memilih untuk diskusi, bicara hati ke hati untuk mencari solusi. “Yang perlu kita lakukan ketika ada orang melakukan kesalahan, tidak semata-mata harus menghukum, tapi bagaimana mencari solusi, menyelesaikan masalah,” kata dia.

Sebagai pimpinan perusahaan jamu di PT Gujati 59 yang beroperasi di Nguter Sukoharjo, dia mengaku senang dengan karyawannya yang rajin dan giat bekerja, terutama yang muda-muda. Pihaknya berharap, anak-anak milenial itu nantinya bisa menggantikan posisi para pimimpin saat ini, terutama yang sudah berumur.

“Anak muda, anak milenial itu kan cekatan, wawasan luas, pikirannya cerdas dan maju ke kedepan, karena itu perlu dikader dan perlu diberi kesempatan untuk memimpin,” tuturnya.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan