Warga Mendengar Gemuruh dan Tidak Ada Abu, Merapi Terjadi Awan Panas Guguran

0
awan-panas-merapi
PUNCAK BERKABUT: Puncak Gunung Merapi tidak terlihat dari Desa Balerante, Kecamatan Kemalang sebab tertutup kabut. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Aktivitas guguran awan panas Gunung Merapi yang terjadi, Sabtu (04/01/2020) malam tidak membuat warga yang tinggal di wilayah Kabupaten Klaten panik.

Pasalnya hanya terdengar gemuruh saja tanpa disertai hujan abu vulkanik.

” Tidak ada kepanikan dan warga berkegiatan seperti biasa,” ungkap Camat Kemalang, Budi Prasetyo, Minggu (05/01/2020).

Menurut Camat kejadian awan panas guguran diketahui sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu dirinya berada di Puskesmas Kecamatan Kemalang karena ada acara. Setelah terjadi guguran warga menanggapi biasa saja.

Bahkan banyak yang tidak tahu jika terjadi guguran. Sampai Minggu pagi dari pengecekan tidak ada laporan dari warga ada abu vulkanik turun ke wilayahnya.

Hal itu disebabkan karena angin cukup kencang saat kejadian dan arahnya lebih ke sisi timur utara mengarah ke Kabupaten Boyolali. Warga juga tidak terpengaruh dan berkegiatan seperti biasa.

Meski demikian, masyarakat sudah selalu waspada terutama di kawasan puncak. Sosialisasi oleh instansi terkait terus dilakukan sehingga warga selalu diingatkan.

Stok masker pun sudah siap di kecamatan jika terjadi hal yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Koordinator relawan Paguyuban Sabuk Gunung (PASAG) Merapi Wilayah Klaten, Jenarto mengatakan mengatakan suara gemuruh seperti sempat didengar warga guguran.

Hanya sekali dan beberapa orang warga sempat keluar rumah, meskipun hanya mengecek dan masuk ke rumah lagi. ” Paginya warga berkegiatan ke lahan, ke sungai dan ke pasar,” katanya.

Sempat Cerah

Menurut Jenarto setelah terjadi awan panas guguran Minggu pagi cuaca sempat cerah. Namun kemudian berkabut siangnya. Warga di desanya, Desa Sidorejo selama ini sudah terbiasa dengan guguran.

Tinggalkan Pesan