Kades di Wonogiri Diminta Anggarkan Dana untuk Bencana

0
antisipasi-bencana-wonogiri
MEMERIKSA PERLENGKAPAN : Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo memeriksa alat dan perlengkapan penanggulangan bencana di Alun-alun Kabupaten Wonogiri, Selasa (7/1). (suaramerdekasolo.com/halid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Para kepala desa (Kades) diminta memprioritaskan APBDes untuk meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana. Dari 294 desa/kelurahan di kabupaten tersebut, sampai saat ini baru 148  desa/kelurahan yang telah menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana).

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, Wonogiri memang rentan bencana.

“Dalam tujuh hari di tahun 2020 ini, sudah ada 15 kejadian bencana,” katanya saat menggelar sarasehan para relawan tangguh bencana bersama Bupati Wonogiri di pendapa kabupaten tersebut, Selasa (7/1).

Bencana yang berlangsung di awal 2020 itu berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Adapun potensi bencana di Kabupaten Wonogiri antara lain banjir, tanah longsor, angin kencang, tanah bergerak, serta kebakaran hutan dan kekeringan di musim kemarau.

Oleh karenanya, dia meminta para kepala desa memprioritaskan bidang kebencanaan dalam penganggaran APBDes. “Camat dan kepala desa diminta menganggarkan APBDes di bidang kebencanaan dan untuk membentuk Destana,” ujarnya.

Bantuan Bibit

Menurutnya, 148 desa yang telah menganggarakan dana APBDes untuk membentuk Destana itu baru pertama kali di Indonesia. “Sesuai regulasi, bidang kebencanaan boleh diprioritaskan dalam APBDes,” imbuhnya.

Tinggalkan Pesan