Sosialisasi Rekayasa Lalin Purwosari Diperkuat

*Jalur Alternatif Menuju Transito Diprioritaskan

SOLO,suaramerdekasolo.com – Flyover Purwosari Laweyan Solo mulai dibangun. Pemkot Surakarta diminta segera melakukan sosialisasi dan menyiapkan rekayasa lalu lintas guna menghadapi proyek fisik ini.

Sekretaris Komisi II Janjang Sumaryono Aji menegaskan, dua kebijakan terkait antisiasi pembangunan fisik ini menjadi vital dan segera dilaksanakan secepat mungkin.

“Berkaca pada pembangunan flyover Manahan. Pemkot Surakarta segera hadir di tengah-tengah masyarakat seperti melakukan sosialisasi dan rekayasa lalu lintas dampak pembangunan flyover,” kata Janjang saat dijumpai di ruang Komisi II DPRD Karangasem, Laweyan, Solo, Rabu (08/01/2020).

Janjang mengungkapkan, saat flyover Manahan dibangun beberapa waktu. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta langsung menggelar ujicoba rekayasa lalu lintas. Dishub juga menyosialisasikan hal itu ke masyarakat luas lewat media cetak, elektronik dan sosial media. Bahkan Dishub juga menyosialisasikanya di pusat keramaian seperti pemasangan MMT di tepi jalan, sosialisasi di CFD, hingga ke pusat perbelanjaan.

“Saya berharap hal itu juga dilakukan sama dalam menyosialisasikan dampak pembangunan flyover Purwosari,” imbuhnya.

Terkait, permintaan masyarakat di sekitar proyek nasional itu, anggota DPRD dari PDI Perjuangan ini menyatakan pembangunan drainase dan jalur memutar di flyover menuju Jalan Transito tetap diprioritaskan.

“Usulan warga, khususnya Pajang yang menghendaki adanya jalur khusus dan drainase tetap diprioritaskan sembari proyek itu berjalan.”

Wakil Ketua DPRD Taufiqqurahman turut meminta sosialisasi tentang pembangunan flyover Purwosari terus diintensifkan.

“Bila perlu pemkot membuat tim khusus untuk menyosialisasikan proyek flyover berikut dampaknya kepada masyarakat. Tim ini yang bertugas memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang pembangunan flyover ini,” imbuh politikus dari Partai Golkar. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

 

Tinggalkan Pesan