Malaysia Krisis Ekonomi, Pengiriman TKI Anjlok Separuh

foto-ilustrasi-tki
FOTO ILUSTRASI/merdeka.com

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Karanganyar ke beberapa perusahaan di Malaysia anjlok sejak negara tetangga itu mengalami krisis ekonomi. Bahkan terjadi perumahan sehingga banyak pekerja yang dipulangkan setelah pesangonnya diperhitungkan.

‘’Tahun 2019 sampai tutup tahun 31 Desember ini tercatat hanya 155 orang itupun tenaga formal hanya 91 orang lainnya tenaga informal saja. Jumlah ini jauh di bawah tahun lalu yang mencapai 284 orang khusus untuk tenaga formal,’’ kata Suyandi, Kabid Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disdagnakertrans Karanganyar, Kamis (09/01/2020).

Baca : Biznet Perluas Jaringan di Jawa Tengah

Taiwan menempati urutan kedua sejumjlah 101 TKI, tenaga formalnya ada 52 orang sisanya informal. Taiwan menjadi negara incran kedua setelah Malaysia, karena menawarkan gaji tinggi kepada para TKI sehingga banyak yang tertarik.

Disusul Hongkong mencapai 68 orang yang semuanya informal, yakni para asisten rumah tangga dan baby sitter maupun pengasuh orang lanjut usia. Hanya saja meski begitu, asisten rumah tangga di sana sudah termasuk pekerja formal meski dalam catatan Disdagnakertrans masih masuk informal.

Masyarakat memang masih memiliki ketertarikan bekerja di Malaysia karena jarak yang lebih dekat sehingga mereka berpikiran jika ada sesuatu mereka dengan cepat bisa pulang dengan cepat. Di samping tiket murah juga dari sisi gaji sudah relatif tinggi, sekitar 1.700 – 2.000 ringgit.

Krisis Ekonomi

Baca : Danone-AQUA Raih 2 Anugerah PROPER Emas Dan 8 Anugerah PROPER Hijau

Namun meski dekat, mereka menolak jika disuruh bekerja di Batam atau Jakarta karena dari sisi gaji masih relatif rendah dibandingkan dengan gaji TKI di Malaysia. Hanya saja karena ada krisis, maka TKI yang dikirim ke sana sedikit.

Tinggalkan Pesan