Difabel Wonogiri Minta Dilibatkan Kegiatan Kebencanaan

0
difabel-boyolali
MEMERIKSA KENDARAAN : Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo dan Forkopimda memeriksa kendaraan saat Apel Kesiapsiagaan Bencana di Alun-alun kabupaten tersebut, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Para penyandang disabilitas atau difabel meminta agar mereka juga diperhatikan dalam kegiatan-kegiatan terkait kebencanaan. Hal itu juga diperlukan bagi warga lanjut usia (Lansia), ibu hamil, dan anak-anak.

Prosentase keselamatan karena kesiapsiagaan diri mencapai 34,9%. Sedangkan keselamatan karena ditolong keluarga sebesar 31,9%, bantuan tetangga sebesar 28,1%, ditolong orang lewat sebanyak 2,6%, dukungan tim penyelamat sebanyak 1,7% dan lainnya 0,9%.

Oleh karenanya, Simun, seorang penyandang disabilitas Wonogiri mengatakan, kesiapsiagaan diri sangat penting untuk menghadapi bencana. Kesiapan itu juga harus dimiliki oleh difabel, ibu hamil, lansia, dan anak-anak. “Kami ingin dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan kebencanaan,” pintanya saat sarasehan para relawan tangguh bencana bersama Bupati Wonogiri di pendapa kabupaten tersebut, baru-baru ini.

Di sisi lain, Muhammad Suradi, seorang relawan tangguh bencana Wonogiri berharap adanya perhatian bagi para relawan. Perhatian itu bisa diberikan dalam bentuk program atau kebijakan pemerintah, seperti pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Pasalnya, beberapa relawan tidak berasal dari keluarga mampu.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, partisipasi difabel dalam kegiatan kebencanaan akan ditingkatkan. “Kami juga akan membangun kesetaraan difabel dengan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, relawan menurut Bupati adalah orang yang melakukan sesuatu karena sukarela. Oleh karenanya, memberikan imbalan akan bertolak belakang dengan makna relawan.

Meski demikian, pemerintah mempunyai solusi untuk memperhatikan relawan. Yakni dengan mengikutsertakan mereka dalam program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) KIS. Adapun anak-anak relawan dapat diikutsertakan dalam bantuan mahasiswa berprestasi sesuai ketentuan yang berlaku. “Tahun 2020 ini, seragam sekolah gratis. Jadi relawan tidak perlu memikirkan biaya seragam sekolah,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan