Sering Laka Jalan A Yani Utara Terminal Solo Dipasangi Pita Kejut

0
pita-kejut-terminal-tirtonadi1
PITA KEJUT : Pekerja memasang pita kejut di Jalan A Yani utara Terminal Tirtonadi Surakarta sebagai penanda pengguna jalan agar mengurangi laju kendaraan. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi Surakarta bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jateng memasang rambu pita kejut di Jalan Ahmad Yani, Jumat (10/1). Pemasangan rambu-rambu tambahan ini dilakukan untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan agar mengurangi kecepatan saat melintasi jalan tersebut.

Korlap Perawatan dan Kebersihan Terminal Tipe A Tirtonadi Solo, Kondang Sri Lanang mengatakan, arus lalu lintas Jalan A Yani khususnya di utara terminal cukup ramai. Pada jam-jam sibuk, seperti pagi-sore saat anak sekolah berangkat dan jam kerja, jalur tersebut merupakan salah jalur utama menuju Kota Solo.

“Sering terjadi kecelakaan waktu pagi ketika jam kerja dan sekolah. Sebab dari timur biasanya laju kendaraan sangat kencang. Padahal di sebelah utara barat terminal merupakan kawasan keluar masuk bus,” terang Kondang.

Dari sejumlah laporan yang masuk ke terminal, kejadian kecelakaan di dekat pintu air Tirtonadi ini cukup signifikan. Bahkan awal pekan ini ada korban kecelakaan yang sampai meninggal dunia.

“Bahkan kemarin (ada kecelakaan-red) sampai ada yang meninggal dunia,” terang Kondang.

pita-kejut-terminal-tirtonadi2

Diharapkan, adanya rambu-rambu tambahan di Jalan A Yani bisa memberikan peringatan kepada pengguna jalan agar tidak menggeber gas sekencang-kencangnya. Dengan begitu angka kecelakaan akan bisa ditekan bila pemakai jalan patuh pada rambu-rambu.

Arda, salah satu pengguna jalan mendukung keputusan pemasangan pita kejut di Jalan A Yani. Bila perlu katanya, di jalan itu dipasangan lampu kelap-kelip kuning (lampu flash), agar pemakai jalan paham jalan bahwa kawasan itu rawan terjadi kecelakaan.
“Saya sih setuju saja bila dipasangi rambu-rambu tambahan, biar angka kecelakaan menurun,” ujarnya. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan