Mendengar Dan Memahami Mahasiswa

foto-hera-heru
FOTO DIRI : Dr Hera Heru Sri Suryanti, pendiri PIKR Sahabat Unisri (suaramerdekasolo.com/dok)

DOKTOR Hera Heru Sri Suryanti adalah bidan lahirnya Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) Sahabat Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta yang difasilitasi BKKBN di 2016.

Menurut dia, keberadaan PIKR yang melibatkan para mahasiswa itu dinilai penting untuk memberi konseling bagi para remaja. Baik dalam perencanaan masa depan maupun yang terlibat kenakalan, terlebih yang terjerat kasus narkoba.

Konseling yang diberikan tidak hanya bagi mahasiswa di lingkungan Unisri, tapi juga masyarakat. Hera, begitu dia akrab disapa, mengatakan, kehadiran pusat informasi dan konseling remaja itu juga bagi masyarakat luas di luar kampus.

Selain pembina di PIKR, dia juga sibuk dan menjadi kepala di Unit Pelaksana Teknis Bimbingan dan Konseling (UPTBK). Seperti halnya PIKR Sahabat, UPTBK juga memberi bimbingan konseling, tapi bagi orang tua.

“Kami membantu mencegah dan mengatasi masalah agar masyarakat, baik orang tua maupun remaja, yang sebelumnya kena masalah, kemudian bagaimana dapat memahami dan mendapatkan kepercayaan diri dalam kehidupan selanjutnya,” kata dia, Senin (13/1).

Sejak kuliah, Hera bercita-cita sebagai dosen. Karena menurut filosofinya, dosen merupakan pekerjaan mulia yang mampu mencerdaskan dan mensusilakan mahasiswa maupun diri sendiri. “Motivasi hidup saya hanyalah, bagaimana hidup saya bisa bermanfaat bagi orang lain,” tutur dosen di pogram studi bimbingan konseling itu.

Sebagai pendidik, ibu tiga anak itu melihat, sikap mahasiswa dulu dan sekarang berbeda. Kemajuan teknologi juga mempengaruhi perilaku mahasiswa, terutama dengan keberadaan media sosial atau medsos.

Karena itu, strategi yang didigunakan untuk menghadapi para mahasiswa adalah dengan menempatkan para mahasiswa itu setara dengan dirinya. Di situ, Hera menghargai, mendengar, dan memahami kehendak para mahasiswa.

“Cara mengajar saya lebih banyak memfasilitasi mahasiswa untuk aktif dalam pembelajaran,” kata doktor lulusan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta itu.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan