Perhutani Sementara Stop Pengajuan Kerjasama Baru Pemanfaatan Hutan Karanganyar

perhutani-karanganyar
HIJAUKAN LINGKUNGAN : Penanaman pohon oleh Administratur Muda/KKPH Perhutani Surakarta Sugi Purwanta dan peserta kegiatan Media Gathering Perum Perhutani KPH Surakarta di Resto Kembang Pinus, Cemoro Kandang, Tawangmangu, Selasa (14/1). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Perhutani untuk sementara waktu tidak akan menerima pengajuan baru kerjasama pemanfaatan hutan di wilayah Karanganyar. Saat ini, Perhutani akan fokus pada 21 mitra pemanfaatan hutan yang telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perhutani.

Hal itu menyusul terjadinya perusakan hutan untuk pengembangan wisata oleh investor, yang beritanya sempat viral  beberapa waktu lalu.
Sekadar tahu, 21 mitra pemanfaatan hutan tersebut semuanya berada di wilayah Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, dengan luas lahan yang digunakan bervariasi. Bentuk pemanfaatan hutannya beragam, mulai dari pengembangan objek wisata hingga untuk restoran atau kafe.

Baca : Tanam Pohon Bersama di Lereng Lawu, Pegiat Lingkungan Sentil Izin Pemanfaatan Lahan

Administratur Muda/KKPH Perhutani Surakarta Sugi Purwanta menegaskan, pihaknya mendukung program pemerintah untuk mengembangkan Karanganyar sebagai destinasi wisata unggulan.

“Namun kami juga komitmen dalam menjaga lingkungan dan kelestarian hutan. Kami taat aturan. Jika ada yang tidak sesuai, ya dievaluasi,” tandasnya, di sela acara Media Gathering Perum Perhutani KPH Surakarta di Resto Kembang Pinus, Cemoro Kandang, Tawangmangu, Selasa (14/1).  

Karena itu, Perhutani sementara ini tidak akan menerima pengajuan baru kerjasama pemanfaatan hutan. “Sesuai arahan pimpinan, kami akan evaluasi semuanya dulu. Agar semua taat aturan, mana yang boleh, mana yang tidak, harus ditaati. Sesuai isi PKS,” tegasnya.

Baca : BPBD Karanganyar Minta PVMBG Cek 3 Titik Rawan Longsor

Tinggalkan Pesan